Sri Mulyani Hapus Lartas untuk Produsen Besi Baja dan Pangan

Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah memangkas 1.022 kode Harmonized System (HS) , dari daftar impor barang yang dilarang atau terbatas atau lartas. Hal itu untuk produsen produk besi baja dan pangan.

“Penyederhanaan dan pengurangan jumlah lartas untuk aktivitas impor khususnya bahan baku. Dengan tujuan untuk meningkatkan kelancaran dan ketersediaan bahan baku,” ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3).

Menurut Sri , stimulus itu diberikan kepada produsen pada tahap awal meliputi produsen produk besi baja, baja paduan, dan produk turunannya. Serta untuk produsen produk pangan strategis, seperti garam industri, gula, dan tepung. Dan sebagian bahan baku industri manufaktur.

Dia mengatakan, pemerintah juga melonggarkan ketentuan bagi eksportir. Secara rinci, pemerintah mengurangi 749 kode HS dari daftar lartas ekspor dan 55,19 persen dari total ekspor, yang selama ini terkena lartas

Eksportir pun tidak wajib menyertakan dokumen health certificate (sertifikat kesehatan) dan dokumen standar verifikasi legalitas kayu (V-Legal). Kecuali diwajibkan oleh negara tujuan ekspor.

“Namun, kalau eksportir yang memang butuh di negara yang mereka kirim, mereka tetap harus dapatkan. Karena tidak dapat menembus pasar,” kata Dia.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here