Kepala BKPM Ungkap Anomali Investasi di Tengah Pandemi Covid-19

Bahlil Lahadalia
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Kepala Badan Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan ada anomali perizinan penanaman modal di tengah pandemi corona (covid-19). Dia pikir jumlah pengajuan izin akan terhenti, ternyata tidak.

Hal itu diungkap ketika Bahlil memamerkan fasilitas Komando Operasi dan Pengawalan Investasi (KOPI) lewat teleconference di Jakarta, Senin (23/3). Dia memperlihatkan angka-angka pada layar command center.

“Layar berikutnya adalah layar dimana untuk mengukur berapa perizinan yang keluar per hari,” kata Bahlil.

“Ini agak sedikit anomali, kita pikir di tengah virus corona itu tingkat pengusaha dalam mengurus izin menurun,” imbuh dia.

Nyatanya, tidak demikian. Pada saat BKPM memutuskan menghentikan layanan offline, perizinan via daring justru tumbuh.

“Kita lihat hari ini NIB (Nomor Induk Berusaha) yang sudah masuk 471, kemudian jumlah komitmen 2.893 per jam 10.30, ini real time,” ujar Bahlil.

Selanjutnya, dia menerangkan data apa saja yang dipantau pada fasilitas seharga Rp24,5 miliar ini. Dia menyebutkan ada pemantauan izin lokasi, sertifikat laik fungsi, perizinan lingkungan.

“Jadi ini adalah data yang menggambarkan proses perkembangan izin, baik kabupaten, kota, provinsi dan puasat. Terintegrasi semua,” imbuh Bahlil.

Command center juga memantau pergerakan perizinan UMKM. Pada Senin pagi tadi, terdata ada 346 UMKM yang sedang salam proses penyelesaian izin dari 471 NIB yang masuk.

Masih dalam layar perizinan, izin usaha yang keluar kurang lebih 1.051. Terdiri jasa konstruksi 330 dan SIUP sebanyak 520, sisanya perizinan lain. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here