Cina Terbitkan Sertifikat Force Majeure Agar Perusahaan Tak Kena Klaim

Nehanda Radio

Indonesiainside.id, Beijing – Pemerintah Cina telah menerbitkan lebih dari 6.400 sertifikat keadaan kahar (force majeure) untuk membantu perusahaan menghindari hukuman atau sanksi karena tidak dapat memenuhi kewajiban kontrak di tengah wabah coronavirus baru.

Dewan Cina untuk Promosi Perdagangan Internasional (China Council for the Promotion of International Trade/CCPIT) telah menerbitkan 6.454 sertifikat hingga Rabu (25/3), yang mencakup nilai total kontrak 632,1 miliar yuan.

“Wabah coronavirus telah memaksa beberapa perusahaan untuk menunda produksi karena langkah karantina yang menahan banyak pekerja untuk kembali ke pos mereka,” ujar kepala CCPIT Gao Yan, dilansir Xinhua, Kamis(26/3).

Perusahaan yang memberikan sertifikat tersebut kepada kliennya dapat menunda pemenuhan pesanan tanpa menghadapi kewajiban hukum, sehingga dapat memenuhi tanggung jawab kontrak dengan lebih baik dan menjaga stabilitas rantai pasokan.

Hampir 60 persen kontrak diperkirakan akan dipertahankan melalui negosiasi terkait penundaan, kata CCPIT.

Perdagangan barang luar negeri Cina turun 11 persen secara tahunan dalam dua bulan pertama tahun ini di tengah gangguan yang disebabkan oleh wabah coronavirus.

Dengan daya saing yang kuat, rantai industri yang stabil dan perkembangan format bisnis baru yang cepat, sektor perdagangan luar negeri Cina akan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang kuat dalam jangka panjang, tuturnya. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here