Ingin Dapat Relaksasi Pembayaran? Debitur Wajib Memohon ke Bank atau Leasing

Kantor OJK Sulutgomalut. Foto: Ronald Ginting/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Manado – Sejumlah sektor usaha dan masyarakat banyak yang terkena dampak dari wabah virus corona (covid-19). Namun, pemerintah pusat memberikan relaksasi pembayaran kepada mereka terutama sektor pelaku usaha, mulai dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga tukang ojek dan supir taksi.

Terkait dengan relaksasi ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut) membenarkan informasi itu. Ahmad Husain, Kepala Bagian Pengawasan EPK, IKNB dan Pasar Modal OJK Sulutgomalut menuturkan ada beberapa ketentuan cara dan syarat yang harus dipenuhi debitur untuk mendapatkan relaksasi kredit dan leasing.

“Pertama, si debitur wajib mengajukan permohonan restrukturisasi melengkapi dengan data yang diminta oleh bank atau leasing yang dapat disampaikan secara daring melalui surat elektronik atau situs resmi bank atau leasing tersebut tanpa harus bertatap muka,” ujar Ahmad, Kamis (26/3).

Selanjutnya, kata Ahmad, bank atau leasing akan melakukan assessment antara lain apakah debitur termasuk yang terdampak langsung atau tidak langsung, historis pembayaran pokok atau bunga, kejelasan penguasaaan kendaraan (terutama untuk leasing). “Bank atau leasing memberikan restrukturisasi berdasarkan profil debitur untuk menentukan pola restrukturisasi atau perpanjangan waktu, jumlah yang dapat diresktrukturisasi termasuk jika masih ada kemampuan pembayaran cicilan yang nilainya melalui penilaian dan atau diskusi antara debitur dengan bank atau leasing,” tambahnya.

Disebutkan Ahmad, hal ini memperhatikan pendapatan debitur yang terdampak akibat covid-19. Sementara, informasi persetujuan restrukturisasi dari bank atau leasing disampaikan secara daring atau via situs dua lembaga keuangan tersebut. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here