Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah, BI Klaim Cadangan Devisa Cukup Kuat

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarata – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan cadangan devisa pasti turun karena terpakai untuk intervensi nilai tukar rupiah. Namun, BI mengklaim cadangan devisa masih tetap kuat.

“Dengan tekanan nilai tukar yang cukup besar, tentu ada penurunan cadangan devisa. Kami pastikan jumlah cadangan devisa lebih dari cukup untuk bagaimana mendukung upaya stabilisasi nilai tukar rupiah,” ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam telekonfersi pers perkembangan ekonomi terkini, Jakarta, Kamis (26/3).

Menururt Perry, cadangan devisa merupakan garis pertahanan pertama BI terhadap perkembangan kurs rupiah. BI mengaku mempunyai garis pertahanan kedua, selain cadangan devisa, yaitu bilateral swap (pertukaran mata uang) dengan sejumlah bank sentral.

Bilateral swap tersebut tersebar di beberapa bank sentral asing, ada US$ 30 miliar dengan bank sentral Cina, US$ 22,7 miliar dengan bank sentral Jepang, sekitar US$ 10 miliar dengan bank sentral Singapura. Bahkan Perry mengakui BI sudah berkomunikasi dengan bank sentral Amerika Serikat untuk memperkuat kerja sama tersebut..

“Kami yakin kumlah cadangan devisa masih lebih dari cukup. Tapi kami ada bilateral swap arrangement yang kami punyai dan kalau diperlukan bisa diaktivasi,” kata dia.

Sementara itu, per akhir Februari 2020, cadangan devisa tercatat US$ 130,44 miliar. Angka itu turun dibandingkan dengan bulan Januarri, sebesar US$ 131,7 miliar. “Kami akan memperbaharui infomasi berapa cadangan devisa kita di akhir Maret,” imbuh dia. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here