Upaya Penyelamatan Ekonomi Indonesia akibat Covid-19 Dinilai Terlambat

Presiden Jokowi menjelaskan soal penanganan virus corona. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelamatkan perekonomian Indonesiai akibat virus corona (covid-19) dengan mengeluarkan stimulus, dinilai terlambat dan jumlahnya terlalu sedikit. Hal itu dilontarkan oleh dua mantan menteri keuangan Indonesia, Chatib Basri dan Rizal Ramli.

Mereka mengatakan, selain terlalu sedikit dan terlambat, stimulus yang diberikan juga tidak tepat sasaran. Menurut Basri, dengan prospek ekonomi yang sudah memburuk, pemerintah harus segera melonggarkan plafon defisit anggaran yang diamanatkan secara hukum yang memungkinkan jumlah stimulus yang lebih besar.

Rizal Ramli menyerukan agar pemerintah lebih banyak memberikan insentif untuk sektor dan bidang yang paling dirugikan oleh pandemi ini. “Kita seharusnya sudah mempersiapkan ini pada awal Januari, tetapi selama dua setengah bulan kami justru melakukan penyangkalan diri,” kata Ramli di Jakarta, Kamis (26/3).

“Indonesia justru berusaha memberikan insentif untuk perjalanan dari luar negeri ke Indonesia, ketika negara lain berusaha menghentikannya,” tambahnya.

Sedangkan menurut Basri, pemerintah harus menaikkan dana pagu sebagai langkah darurat. Dia menuturkan agar pemerintah membuat kerjasama dengan lembaga-lembaga internasional, seperti Bank Dunia atau Bank Pembangunan Asia atau pada tingkat bilateral.

“Masalahnya adalah harga obligasi global tidak terlalu ramah dalam situasi saat ini, sehingga penting bagi pemerintah untuk kerjasama itu,” kata menteri keuangan era SBY itu.

Sebagaimana diketahui, saat ini Presiden Jokowi untuk sementara waktu mengangkat batas defisit anggaran menjadi 5% dari Produk Domestik Bruno sebesar 3%, dengan alasan pembelanjaan harus ditingkatkan untuk melawan dampak ekonomi virus corona. Jokowi mengatakan pemerintah sedang dalam pembicaraan dengan DPR untuk mengeluarkan keputusan untuk menaikkan batas tersebut. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here