Kementan Terbitkan Rekomendasi Impor Bawang Putih hingga 450 ribu Ton

Persediaan bawang putih di distributor. Foto: Ronald Ginting/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menerbitkan izin Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) bawang putih, total mencapai 450 ribu ton. Hal ini dilakukan untuk menambah pasokan dalam negeri hingga akhir tahun ini.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto menyebutkan jumlah volume RIPH bawang putih dan bombai yang telah diterbitkan sampai dengan saat ini mencapai 450 ribu ton dan mencukupi untuk pengamanan pasokan sampai dengan akhir 2020. “Hingga saat ini RIPH bawang putih yang telah diterbitkan Kementan sebanyak 450 ribu ton,” kata Prihasto di Jakarta, Sabtu (28/3).

Adapun 54 importir yang telah mendapat RIPH bawang putih. Sedangkan untuk bombai sebesar 227 ribu ton sebanyak 53 importir.

Sebelumnya Kementan menerbitkan RIPH untuk komoditas bawang putih sebanyak 344.094 ton hingga 18 Maret 2020.

Menurut dia, kebutuhan nasional bawang putih diperkirakan 47.000-48.000 ton per bulan. Sementara untuk bawang bombai, diperkirakan hanya 10.000-11.000 ton per bulan.

“Dengan kebutuhan bawang putih sebulan antara 47-48 ribu ton, kalau bisa direalisasikan impornya maka cukup untuk pemenuhan sampai dengan akhir tahun. Apalagi untuk bawang bombai, cukup untuk kebutuhan nasional 1 tahun lebih,” ujarnya.

Prihasto mengatakan, pada situasi seperti sekarang ini, kesempatan bagi para pelaku usaha untuk segera merealisasikan impornya, terlebih sebentar lagi akan masuk bulan Ramadhan. “Kami terus pantau sejauh mana realisasinya di lapangan” kata dia. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here