Pandemi Covid-19, Dirut Garuda Indonesia: Kami Sedang Bertahan Hidup

Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, akan melakukan restrukturisasi, yaitu upaya perbaikan dalam perkreditan akibat kesulitan dalam memenuhi kewajibannya. Garuda akan merestrukturisasi di tengah arus kas yang sangat terpukul akibat pandemi virus corona (covid-19).

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan saat ini perusahaannya sedang dalam keadaan bertahan hidup akibat krisis kesehatan global. “Awalnya kami memonitor (lalu lintas penumpang) setiap minggu, tetapi saat ini kami sudah memantau setiap hari,” kata Irfan di Jakarta, Ahad (29/3).

Menurut laporan pada September lalu, Garuda Indonesia memiliki 3,43 miliar US dolar kewajiban jangka pendek atau utang yang kurang dari setahun secara total. Salah satu yang terbesar adalah senilai 496,8 juta US dolar yang dikeluarkan pada 3 Juni 2015 dan akan jatuh tempo pasa 3 Juni 2020.

Garuda sangat merasakan krisis tanpa pendapatan dari penerbangan umrah, setelah Pemerintah Arab Saudi menghentikan jamaah haji pada 27 Februari, serta Australia yang menutup perbatasannya. Irfan mengakui bahwa dalam dua bulan terakhir, Garuda sudah berbicara dengan lessor dan pemberi pinjaman.

Dalam pembicaraan tersebut, kata Irfan, Garuda meminta mereka untuk memahami situasi perusahaan karena pandemi. Irfan meyakinkan bahwa Garuda memiliki kemampuan dan kredibilitas untuk merestrukturisasi pembiayaannya.

“Kami telah melakukan negosiasi selama lebih dari sebulan dengan lessor dan pemberi pinjaman. Bukannya kami tidak berkomitmen pada apa yang kami janjikan kepada mereka, tetapi kami butuh mereka untuk memahami situasi saat ini,” tuturnya.

“Jika mereka kurang peduli tentang hal itu dan mendorong kita (tetap bayar), saya akan memutuskan hubungan. Saya percaya kemitraan adalah tentang saling memahami,” tambah Irfan. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here