Ini Opsi Garuda Indonesia untuk Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Corona

Petugas melayani pelanggan di kantor penjualan (sales office) Garuda Indonesia. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, memastikan maskapai pelat merah yang dipimpinnya akan merestrukturisasi kredit demi bertahan hidup sebagai dampak dari wabah epidemi global virus corona (Covid-19). Selain restrukturisasi, BUMN itu akan memberikan pembiayaan kembali dengan dukungan empat pemberi pinjaman milik negara.

“Kemajuannya cukup positif, kami menyelesaikan term sheet, dan karena kami 60 persen dimiliki oleh Kementerian BUMN, mereka akan membantu kami. Pasti tidak ada kemungkinan default untuk kami pada catatan ini,” jelasnya dalam keterangan di Jakarta, Ahad (29/3).

Di tengah banyaknya maskapai yang menutup rute penerbangannya, Irfan mengaku masih optimistis tentang bisnis Garuda ke depan. Kini, dia mengatakan Garuda akan memfokuskan dan mengandalkan penerbangan domestik sebagai titik terang. Garuda Indonesia memiliki sekitar 80 persen penumpang domestik.

“Dibandingkan dengan maskapai berbasis hub lainnya, kami berada di posisi yang lebih baik. Berkat pasar domestik yang sangat besar yang dipisahkan oleh 17.000 pulau, pendapatan kami terutama berasal dari pasar domestik,” ungkap Irfan.

Dia menambahkan, penurunan harga minyak baru-baru ini, sekitar 13 persen pada basis tahun ke tahun, belum sepenuhnya berdampak bagi maskapai penerbangan. Hal itu karena beberapa operator melindungi nilai harga bahan bakar mereka dan juga efek campuran dari penguatan dolar terhadap mata uang lainnya.

“Dampaknya masih ada tetapi tidak terlalu banyak. Jadi hari ini mungkin dampak itu tidak sebesar pada hari yang biasanya,” tutur Irfan. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here