BI Diizinkan Beli Surat Utang Negara di Pasar Primer, untuk Apa?

Ilustrasi Surat Utang Negara. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Bank Indonesia (BI) diperbolehkan membeli Surat Berharga Negara (SBN) atau Surat Utang Negara (SUN) di pasar primer. Hal ini dikliam untuk menambal defisit anggaran pemerintah yang terus melebar akibat virus corona.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020, yang diterbitkan Presiden Jokowi pada 31 Maret 2020, kemarin.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan, penyerapan SUN pemerintah oleh BI, sebagai langkah akhir jika pasar tak lagi membeli SUN. Dengan masuknya BI di pasar primer, pemerintah berharap pergerakan pasar menjadi normal.

“Itu bukan sumber pertama membeli surat utang, tapi hanya seperti rencana cadangan. Supaya pasar bekerja rasional dan normal,” ujar Sri Mulyani, melalui telekonferensi pers via Zoom, Jakarta, Rabu (01/4).

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan, pihaknya dan pemerintah masih berdiskusi mengenai mekanisme pembelian surat utang negara di pasar primer. Oleh karena di aturan sebelumnya, BI hanya dibolehkan membeli surat utang di pasar sekunder, yang telah dilepas investor.

“BI bisa ikut pasar primer, jadi kebutuhan pembiayaan terpenuhi, suku bunga tidak terlalu tinggi. Hal itu dilakukan dalam kondisi tidak normal. Nanti jika kondisi normal kembali ke UU BI, bahwa BI tidak bisa beli di pasar primer,” kata Perry. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here