Anggaran Covid-19 Rp405 Triliun, Said Didu: Utang Negara Bertambah

Said didu

Indonesiainside.id, Jakarta – Mantan Sekretaris BUMN Said Didu mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelontorkan anggaran untuk mengatasi virus corona atau covid-19 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp 405,1 triliun. Kebijakan ini dinilai kontraproduktif lantaran akan menambah utang negara yang cukup besar.

“Sesuai pidato Bapak Presiden bahwa akan siapkan dana untuk atasi dampak corona 2020 Rp405 triliun. Dalam pidato tersebut akan naikkan defisit 5,07 persen PDB selama tiga tahun dan kembali ke 3 persen pada 2023/2024,” cuitnya lewat akun Twitter pribadinya, Rabu (01/4).

Ini artinya, kata dia, akan menambah utang sekitar Rp3.500 triliun selama 5 tahun. Jadi total tambahan utang selama dua periode Rp7.500 triliun.

“Jangan terpesona dari alokasi anggaran dampak corona sebesar Rp405 triliun tahun 2020 karena pemerintah akan menambah utang sebesar Rp800 triliun. Dengan menaikkan rasio utang sebesar 3 persen menjadi 5,07 persen PDB dan akan dibuat Perpu tentang hal tersebut. Total tambahan utang utang ditargetkan 2020-2024 Rp3.500 triliun,” ungkap Said Didu.

Dia menyebutkan, utang 6 presiden sebelumnya selama 70 tahun hanya sekitar Rp2.500 triliun. “Ini hanya 1 presiden akan menjadi Rp7.500 triliun,” tandasnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi menambah alokasi belanja dan pembiayaan dalam APBN) 2020 sebesar Rp405,1 triliun untuk menangani wabah covid-19. Sebelumnya, alokasi belanja APBN 2020 ditetapkan sebesar Rp2.540,4 triliun.

“Terkait penanganan covid19 dan dampak ekonomi keuangan, saya menginstruksikan total tambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan covid-19 adalah sebesar Rp405,1 triliun,” ujar Jokowi. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here