Okupansi Anjlok karena Covid-19, Tujuh Hotel di Pekanbaru Tutup

Ketua PHRI Riau, Nofrizal

Indonesiainside.id, Pekanbaru – Pandemi virus corona atau covid-19 berdampak pada keberlangsungan usaha perhotelan. Jumlah hunian atau okupansi sejak merebaknya covid-19 di hotel-hotel di Kota Pekanbaru seakan terjun bebas. Kondisi ini memaksa para pelaku usaha perhotelan putar otak untuk tetap bertahan.

Akibat anjloknya okupansi ini, bahkan sejumlah hotel berbintang di Kota Pekanbaru terpaksa menutup sementara usahanya. Itu diungkapkan oleh Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau, Nofrizal, Jumat (3/4). Dia mengatakan bahwa sudah 7 hotel di Kota Pekanbaru yang tutup sementara waktu.

Nofrizal mengatakan, hotel-hotel tersebut terpaksa tutup karena biaya operasional yang harus dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan mereka. “Pengeluaran operasional lebih besar daripada pendapatan, sehingga mereka pelaku industri menutup sementara hotel-hotel mereka,” katanya.

Nofrizal mengatakan, saat ini tidak banyak yang bisa dilakukan oleh pelaku usaha perhotelan. Karena memang pandemi covid-19 ini telah memaksa masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Dia mengaku banyak ivent yang digelar di hotel dibatalkan dengan adanya pandemi ini.

Saat ini sejumlah hotel berupaya bertahan dengan menawarkan berbagai promo khusus. Bukan hanya promo menginap, tetapi juga promo food and beverage (F&B). Salah satunya adalah menyediakan fasilitas pengantaran makanan ke alamat.

Nofrizal berharap, pandemi covid-19 ini segera berakhir, sehingga hotel-hotel dapat kembali beroperasi dengan normal. “Saat ini kami hanya berharap wabah corona ini bisa segera berlalu. Karena kalau tidak, ini bisa membuat kerugian yang sangat dalam bagi pelaku usaha,” katanya. (Bayu)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here