Bagaimana Tidak Ngeri? Kata IMF: Ekonomi Dunia Terhenti, Kita dalam Resesi

Sejumlah pekerja mengoperasikan mesin di pabrik kelapa sawit PT Tunggal Perkasa Plantation di Kabupaten Inhu, Provinsi Riau, Kamis (27/2/2020). Pemerintah Indonesia menggugat Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), akibat kebijakan blok ekonomi yang dinilai diskriminatif atas produk kelapa sawit Indonesia. ANTARA FOTO/FB Anggoro/ama.

Indonesiainside.id, Jakarta – Virus corona tidak hanya merusak sendi-sendi sosial dan peradaban manusia saat ini di dunia. Virus mematikan yang pertama kali menyerang Wuhan, Cina, itu juga membuat ekonomi dunia terhenti. “Kita sekarang dalam resesi,” kata Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva.

Dilansir globalnews.ca, Jumat (3/4), Georgieva mengatakan, pandemi virus corona (Covid-19) telah membuat ekonomi global terhenti. Covid-19 juga telah menjerumuskan dunia ke dalam resesi yang jauh lebih buruk daripada krisis keuangan tahun 2008.

Dalam konferensi persnya, Georgieva meminta negara-negara maju segera membantu pasar negara berkembang dan negara rentan dari dampak ekonomi dan kesehatan akibat pandemi. Hal itu perlu dilakukan karena IMF melihat krisis ini tidak sama seperti krisis-krisis sebelumnya.

“Kami telah menyaksikan ekonomi dunia terhenti. Kita sekarang dalam resesi. Ini jauh lebih buruk daripada krisis keuangan global 2008-2009,” kata dia.

IMF telah bekerja sama dengan Bank Dunia dan WHO untuk menyerukan negara maju dan kreditor bilateral resmi lainnya, untuk menangguhkan penagihan utang dari negara-negara termiskin setidaknya satu tahun sampai musim pandemi mereda. Ke depan, kata dia, IMF akan berkoordinasi dengan negara-negara kreditor, G20, dan Bank Dunia untuk terlibat dalam beberapa perjanjian yang lebih spesifik.

Georgieva mencatat, hampir 90 miliar dolar AS keluar dari pasar ekonomi negara berkembang. Tindakan itu mengakibatkan pasar berkembang dan ekonomi negara berkembang merasa sangat terpukul. Jumlah tersebut nilainya lebih banyak daripada krisis keuangan 2008. Beberapa negara juga mengalami penurunan tajam dalam harga komoditas.

Sebelumnya, IMF dan WHO telah menyerukan bantuan darurat yang digunakan untuk memperkuat sistem kesehatan, membayar dokter dan perawat, dan membeli peralatan pelindung. IMF juga mengatakan bahwa mereka siap menggunakan 1 triliun dolar AS dalam kemampuan pendanaan sesuai kebutuhan setiap negara. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here