Kepala IMF: Negara Berkembang Paling Rentan Krisis akibat Corona

Ketua baru Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Negara berkembang paling rentan terkena krisis ekonomi akibat virus corona yang mendera secara global. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasioan atau Kepala (IMF), Kristalina Georgieva, mengatakan, krisis ekonomi kali ini jauh lebih parah daripada krisis keuangan global 2008.

“Krisis sekarang jauh lebih buruk daripada krisis keuangan global, kami mencatat ada dua krisis yaitu krisis ekonomi dan kesehatan. Ini adalah krisis yang mengharuskan untuk bersatu,” ujar Georgieva, di konferensi pers virtual WHO, Jenewa, Jumat (03/4).

Georgieva mengatakan, pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang sangat rentan pada krisis ini. Hal itu disebabakan ada lebih dari 90 negara sejauh ini telah mendekati IMF untuk pendanaan darurat.

“IMF memiliki dana senilai US$ 1 triliun. Hingga kini, lebih dari 90 negara telah meminta bantuan dari dana itu. Kami belum pernah melihat permintaan pembiayaan darurat yang semakin meningkat,” kata Georgieva.

Dia mendesak negara berkembang memanfaatkan pembiayaan untuk membiayai dokter perawat dan petugas kesehatan lainnya. IMF juga mendorong bank sentral di negara maju untuk mendukung pasar negara berkembang.

“Perhatian utama kami dalam krisis ini adalah meningkatkan pembiayaan dengan cepat untuk semua negara, terutama pasar negara berkembang yang dihadapkan dengan kebutuhan dana yang sangat signifikan,” kata Georgieva. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here