Surat Berharga Negara Kuartal I Raih Rp248,3 Triliun

Aktifitas perdagangan SUN di Mandiri Securitas
Ilustrasi Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara. Foto: Keuangan.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktorat Jenderal Pembiayaan Pengelolaan dan Risiko (DJPPR) dari Kementerian Keuangan, mencatat bahwa realisasi raihan dari penerbitan surat berharga negara (SBN) di sepanjang kuartal I 2020 mencapai Rp243,83 triliun. Realisasi Raihan SBN itu mencapai 33,15% dari target penerbitan SBN tahun ini, yang sebesar Rp 735,52 triliun.

Secara rinci, realisasi SBN itu terdiri dari Surat Utang Negara (SUN) yang mengumpulkan dana sebesar Rp185,04 triliun. Sedangkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSBN) yang mencatatkan perolehan sebesar Rp58,79triliun.

Realisasi penerbitan SBN pada kuartal I 2020 tersebut telah mencapai 34,03% dari target tahun ini. Realisasi penerbitan SBN, terdiri atas SUN atau Surat Utang Negara berdenominasi rupiah sebesar Rp142,52 triliun dan SUN berdenominasi valuta asing (valas) sebesar Rp42,51 triliun.

Sepanjang kuartal I 2020, SUN denominasi rupiah yang dijual melalui lelang, tercatat sebesar Rp107,15 triliun. Sedangkan di private placement sebesar Rp4 triliun dan ritel sebesar Rp2,25 triliun. Selain itu, pemerintah juga menerbitkan Surat Perbendaharaan Negara (SPN), sebesar Rp29,12 triliun.

Untuk SUN berdenominasi valas, tercatat bahwa SUN berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) mampu mendulang dana sebesar Rp27,3 triliun. Sedangkan, SUN berdenominasi euro mampu kumpulkan dana sebesar Rp15,2 triliun.

Sementara itu, realisasi penrbitan SBSN sepanjang kuartal I 2020 telah mencapai 30,65% dari target. Rinciannya, SBSN domestik tercatat mampu mengumpulkan dana sebesar Rp58,79 triliun, dana itu terdiri dari SBSN hasil lelang sebesar Rp44,6 triliun, private placement sebesar Rp2,05 triliun dan SBSN ritel sebesar Rp12,14 triliun.

Penjualan SBN terakhir yang dilakukan pemerintah adalah lelang SUN pada Selasa 31 Maret 2020. Melalui lelang tujuh SUN di kuarta I, pemerintah mampu menarik utang sebesar Rp22,2 triliun, dari penawaran yang masuk dalam lelang yang mencapai Rp33 triliun.

Memasuki kuartal II 2020, pemerintah masih akan menerbitkan surat utang untuk penggunaan utamanya untuk menanggulangi dampak ekonomi akibat pandemi corona. Surat utang yang akan diterbitkan ini dinamakan Pandemic Bond dan akan terbit besok (7/4). (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here