Bulog Targetkan Serap Gabah Petani 950.000 Ton Tahun Ini

Petani menjemur gabah di Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (6/4). Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta-Perum Bulog tahun ini berencana menyerap padi atau gabah dari petani untuk cadangan beras pemerintah (CBP) ebesar 950.000 ton. Target ini lebih rendah dari tahun 2019 yang mencapai 1,66 juta ton.

Awal tahun 2020 Perum Bulog merencanakan pengadaan CBP tahun ini sebesar 950.000 ton beras. Target pengadaan tersebut ditujukan untuk menjaga agar stok CBP tetap berada dalam rentan 1-1,5 juta ton,” kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Kamis (9/4).

Budi menyebutkan, pada awal tahun 2020 stok CBP yang dikelola oleh Perum Bulog sebesar 1,88 juta ton. Sementara itu, total penyaluran beras sebanyak 1,62 juta ton.

Adapun terdiri atas penyaluran program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) atau sebelumya dikenal operasi pasar mencapai 1,2 juta ton, kebutuhan akibat bencana alam sebesar 15.000 ton, golongan anggaran 100.000 ton dan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 300.000 ton.

Pada musim panen puncak padi saat ini pihaknya, menargetkan penyerapan gabah April ini sebanyak 222.000 ton setara beras. Selanjutnya, memasuki Mei pengadaan ditarget 207.000 ton dan terakhir di bulan Juni sebesar 148.000 ton.

Dengan demikian jumlah target pengadaan selama tiga bulan tersebut mencapai 61 persen dari total target tahun 2020. Meskipun diakuinya tahun ini musim panen puncak mundur ketimbang tahun sebelumnya.

Menurut dia, berdsarkan data BPS puncak panen tahun ini berada pada bulan April atau mundur satu bulan jika dibandingkan puncak panen pada tahun 2019 dan tahun 2018 lalu yang terjadi pada bulan Maret. “Penyerapan gabah oleh Bulog ini penting untuk menjaga harga di tingkat petani di tengah jumlah pasokan yang meningkat karena masa panen,” ungkap dia. (SD)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here