Aesler, Perusahaan Arsitek Pertama Melantai di BEI

Perusahaan yang melantai perdana di BEI, salah satunya PT. Aesler Grup Internasional Tbk. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – PT Aesler Grup Internasional Tbk (Aesler), perusahaan yang bergerak di bidang arsitek resmi melantai di bursa atau mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tercatatnya saham Aesler (kRONY) merupakan langkah terakhir dari proses pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham yang sudah dipersiapkan Aesler dalam beberapa bulan terakhir.

Aesler menawarkan saham baru kepada publik sebanyak 250.000.000 lembar saham atau setara dengan 20 persen jumlah modal ditempatkan dan disetor. Saham tersebut dikategorikan sebagai efek Syariah oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jang Rony Yuwono, Presiden Direktur Aesler mengatakan, saham ini dikategorikan sebagai efek Syariah oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aesler berhasil menghimpun dana sebesar Rp25 miliar.

Adapun rincian sekitar 55persen akan digunakan untuk pembelian alat seperti komputer untuk real-time rendering dan mesin fit-out. Sedangkan 45 persen sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

“Dengan adanya penambahan teknologi yang digunakan, kami berharap dapat bekerja dengan lebih cepat dan efisien walaupun kita dalam keadaan menghadapi pandemi global. Sehingga bisa menghasilkan pendapatan lima kali lebih besar dibandingkan periode sebelumnya,” ungkap dia, Jumat (10/4).

Jang Rony menambahkan bahwa tercatatnya Aesler di BEI merupakan key milestone dalam perjalanan Aesler. Dengan menjadi perusahaan publik, Aesler akan melangkah sebagai perusahan yang accountable, transparan dan bertanggungjawab kepada seluruh investor, masyarakat dan seluruh stakeholders dalam menjalankan bisnisnya.

Aesler yang merupakan perusahaan arsitektur pertama yang melantai di bursa ini pada akhir tahun 2020 diproyeksikan akan bertumbuh sebesar 67,40 persen dibandingkan dengan pendapatan pada akhir tahun 2019, dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 38,26 persen. Hal ini disebabkan terdapat beberapa kontrak baru yang diperoleh Aesler dan juga terdapat tambahan pendapatan lain yang mulai ditekuni oleh Aesler setelah mendapatkan dana penawaran umum. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here