Aplikator Hentikan Layanan Penumpang, Odar Tawarkan Jasa di Media Sosial

Pengemudi ojek daring sedang mengambil jatah makan gratis di warteg Sami Asih, Lebak Bulus, Jakarta, Senin (6/4/2020). Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Aplikator ojek daring (odar) menghentikan layanan penumpang selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta. Pemprov DKI melarang moda transportasi roda dua berbasis aplikasi membawa penumpang selama pembatasan ini diterapkan.

Tak hilang akal, para pengemudi memanfatkan media sosial seperti Twitter untuk menjaring penumpang. Pandemi virus corona (Covid-19) telah membuat pendapatan tertekan, layanan pengantaran barang dinilai tak akan mendongkrak nominal uang yang masuk ke kantong mereka.

Pantauan Indonesiainside.id di media sosial Twitter, Jumat (10/4) para pengemudi menawarkan jasa antar jemput penumpang dengan radius tertentu, khususnya yang dekat dengan tempat mereka tinggal. Mereka menggunakan kode atau tagar #butuhdriver dalam mempromosikan jasa mereka.

“Karena ngojol lagi sepi & demi kebutuhan, saya dan kawan kawan yang enggak maen Twitter menawarkan jasa di daerah Jatimakmur Pondok Gede Bekasi, jemput/antar orang (hanya area Bekasi), antar barang/makanan, titipbelanja,” tulis pengguna Twitter dengan nama akun hikmatkali.

Mereka menyertakan foto diri dan nomor ponsel yang bisa dihubungi, pengguna jasa juga bisa memesan lewat fitur pesan langsung (direct message) pada akun profil yang tertera. Tak hanya di Jakarta, penawaran serupa juga dilakukan pengemudi odar di beberapa wilayah seperti Bekasi, Malang, Yogyakarta.

“Karena gabut dan uang mulai menipis serta orderan makin sepi. Coba deh nambah usaha lewat twitter Bagi yang dom Jogja dalam ringroad skuy saya menyediakan jasa antar penumpang, antar barang Harga ikutin aplikasi biar murah dan adil. Ketok dm saja #ButuhDriver,” tulis richi imani sambil memamerkan posenya menggunakan seragam mitra Maxim.
“Aku ga #ButuhDriver aku cuma butuh orang yang bisa mengisi hatiku,” tulis pengguna yang lain meramaikan tagar ini.

Grab Indonesia hari ini menonaktifkan layanan GrabBike sementara untuk Wilayah DKI Jakarta. Kebijakan ini dilakukan dalam rangka mendukung kebijakan PSBB.

“Kami telah menonaktifkan sementara layanan GrabBike di DKI Jakarta, untuk mendukung PSBB yang telah ditetapkan,” ujar Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, lewat WhatsApp, Jakarta, Jumat (10/4).

“Sejak awal kami telah berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah Pusat dan pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk dapat mengizinkan layanan GrabBike, khusus untuk mengantarkan mereka ke dan dari rumah sakit dan juga dari pasar, supermarket atau minimarket, untuk membeli bahan kebutuhan sehari-hari sesuai dengan prosedur keamanan,” imbuh Neneng. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here