IMF: Pandemi Covid-19 Picu Resesi Paling Dalam Setelah Great Depression

Kantor pusat International Monetary Fund (IMF) di Washington, AS. Foto: Bisnis.com

Indonesiainside.id, Jakarta – Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan, pertumbuhan ekonomi global akan berubah semakin dalam, menjadi sangat negatif pada tahun ini. IMF bahkan menyatakan, drama ekonomi akibat pandemi bisa lebih hebat, mencatatkan kejatuhan ekonomi terburuk sejak depresi besar (great depression) pada 1929-1930.

“Tiga bulan yang lalu, kami mengharapkan pertumbuhan pendapatan per kapita positif di lebih dari 160 negara anggota kami pada tahun 2020. Hari ini, angka itu telah berubah,” ujar Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dalam pidatonya dikutip, Jumat (10/4).

“Kami sekarang memproyeksikan bahwa lebih dari 170 negara akan mengalami pertumbuhan pendapatan per kapita negatif tahun ini,” imbuh dia.

IMF menilai, krisis kesehatan akibat pandemi covid-19 akan sangat berdampak pada perekonomian negara-negara miskin. Pasar negara berkembang dan negara berpenghasilan rendah di seluruh Afrika, Amerika Latin, dan sebagian besar Asia berada dalam risiko tinggi.

“Dengan sistem kesehatan yang lebih lemah, padat penduduk dan daerah kumuh yang dilanda kemiskinan membuat jarak sosial (social distancing) bukanlah pilihan. Dengan sumber daya yang lebih sedikit untuk memulai, mereka sangat rentan terhadap guncangan,” katanya.

Dalam dua bulan terakhir, arus keluar portofolio dari pasar negara berkembang sekitar 100 miliar dolar, tiga kali lebih besar daripada periode krisis finansial global yang sama. Eksportir komoditas mendapat pukulan ganda dari jatuhnya harga komoditas.

“Kami memperkirakan kebutuhan pembiayaan eksternal bruto untuk pasar negara berkembang dan negara-negara berkembang mencapai triliunan dolar, biaya itu hanya dapat menutupi sebagian saja dari kebutuhan domestik (selama krisis), meninggalkan celah sisa (pembiayaan) dalam ratusan miliar dolar,” tuturnya. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here