Stok Gula Diperkirakan Cukup hingga Juni

Tumpukan gula
Ilustrasi gula . Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta-Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan stok gula dalam negeri  cukup hingga Juni 2020. Stok gula mulai bertambah karena beberapa pabrik gula mulai giling tebu dan masuknya gula impor.

“Dalam neraca perhitungan Kementan pada Maret 2020, kita memiliki stok gula sebesar 177.000 ton, ditambah dengan memperhitungkan gula impor yang sudah masuk yakni gula kristal putih (GKP) 150.000 ton dan 250.000 ton gula rafinasi diolah. Itu masih ada kelebihan gula sebanyak 388.000 ton pada April ini,” ungkap Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono kepada awak media, Jumat (10/4).

Selain itu, kata dia, sudah memperhitungkan giling tebu oleh beberapa pabrik gula di bulan Maret yang diperkirakan ada tambahan pasokan sebesar 15.000 ton. Kemudian bulan April 53.000 ton dan Mei 144.000 ton dan pada Juni puncak musim giling tebu sekitar 520.000 ton.

Kasdi menambahkan, pabrik gula milik PTPN II, pabrik gula di Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan dan Gorontalo mulai giling tebu pada Maret. “Pada saat memasuki bulan Mei diprediksi ketersediaan gula nasional sudah mencapai 830.000 ton,” tutur dia.

Bahkan, kata Kasdi, pada bulan Juni pasokan gula makin bertambah banyak karena pabrik gula di Pulau Jawa umumnya puncak musim giling tebu. Secara neraca ketersediaan gula aman, namun distribusinya masih terhambat, sehingga menyebabkan kelangkaan gula di pasar di beberapa daerah.

Untuk mengantisipasi kelangkaan gula di daerah, pihaknya juga sudah meminta pabrik gula swasta maupun PTPN untuk mendistribusikan pasokan ke daerah tersebut. “Pabrik gula berkewajiban mendistribusikan ke wilayah-wilayah yang kekurangan gula, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Kasdi. (SD)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here