Kurtubi: Penurunan Harga BBM Terganjal Aturan Menteri ESDM

Pengamat Perminyakan Kurtubi. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Harga minyak Brent kontrak Juni 2020 anjlok 16 persen ke level US$16,20 per barel di ICE Futures Europe exhange London. Anehnya harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia hingga kini belum turun.

Pengamat Perminyakan Kurtubi menilai, hingga kini pemerintah Indonesia belum menurunkan harga BBM karena terganjal oleh Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Harga BBM tidak turun karena terhambat oleh regulasi berupa Permem ESDM,” ujar dia kepada Indonesiainside.id, Rabu (22/4).

Regulasi yang dimaksud Keputusan Menteri ESDM Nomor 62 K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan. Aturan ini ditetapkan tanggal 2 April 2019.

Untuk itu, dia meminta Permen tersebut diubah oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif. “Mestinya Permennya dirubah oleh menterinya,” kata Mantan Anggota Komisi VII DPR.

Selain itu, patokan harga BBM mengacu pada biaya pokok penyediaan (BPP) BPP BBM Pertamina, bukan Mean of Platts Singapore (MOPS). “Sebaiknya patokan harga BBM dalam negeri, kembali ke aturan konstitusi,” terang dia.

Menurut dia, BBM adalah cabang produksi penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak. Untuk itu,Pertamina berkewajiban memenuhi kebutuhan BBM rakyat, berasal dari produksi dalam negeri maupun impor.

Kurtubi meminta pemerintah menurunkan harga BBM karena dapat meningkatkan daya beli masyarakat. “Penurunan harga BBM dapat meningkatkan daya beli (purchasing power) rakyat ditengah gelombang wabah virus corona (Covid-19) saat ini,” tegasnya. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here