Pendapatan dari Angkut Penumpang Anjlok, Grab Alihkan Layanan ke Logistik

Grab. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Perusahaan jasa transportasi daring, Grab mengalihkan sebagian besar lini bisnisnya ke sektor logistik. Pandemi Covid-19 membuat pendapatan dari layanan jasa penumpang menurun tajam.

“Berbagai unit bisnis kami terdiri dari berbagai macam lini, transportasi yang paling terkena dampak, ada Grab Car, Mobil Listrik, Grab Bike, Grab Wheels, sekarang berhenti beroperasi khususnya dalam pengantaran penumpang,” ujar Deputi Direktur Kebijakan Publik Grab Indonesia, Virza, dalam rapat dengan Komisi VI DRP, Rabu (6/5).

Grab menyatakan, untuk mempertahankan pendapatan perusahaan dan kinerja para mitra pengemudi, Grab mengambil kebijakan pengalihan layanan ke sektor pengantaran barang. Para mitra pengemudi difokuskan ulang untuk memenuhi kebutuhan pesan antar makanan dan berbagai paket.

“Kami memiliki pengantaran makanan Grab Food dan pengantaran parcel Grab Express, sekarang yang kami lakukan dari mitra pengemudi yang konsenstrasi ke tranpsortasi kami fokuskan ulang untuk mengantar makanan dan pengantaran barang, karena merupakan alternatif pendapatan cukup baik,” ungkapnya.

Semula, pengantaran barang didominasi menggunakan sepeda motor. Saat ini, layanan antar barang juga bisa dilakukan oleh mitra pengemudi Grab Car.

“Kami juga buka fitur baru, untuk Grab Express atau pengantaran tadinya fokusnya memang di motor saja, sekarang kita arahkan mobil juga. Kami juga punya pengantaran groceries dan memfasilitasi supaya pengemudi mobil bisa antar sembako dalam jumlah besar,” ucapnya.

Grab juga meluncurkan fitur baru bernama Grab Assistant sebagai layanan belanja pengguna. Sehingga pengguna memiliki keleluasaan pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, apakah belanja di minimarket ataupun toko kelontong. (ASF)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here