7 Langkah Mitigasi Perdagangan Kemendag Hadapi Dampak Pandemi Covid-19

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (tengah) dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) meninjau harga cabai rawit di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mempertahankan perekonomian nasional dari dampak pandemi Covid-19. Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto mengatakan, kementerian sudah sejak awal merancang berbagi upaya mitigasi.

“Sejak wabah COVID-19 meluas ke berbagai negara termasuk di Indonesia dan kemudian ditetapkan sebagai pandemi global, Kementerian Perdagangan telah secara aktif melakukan berbagai mitigasi dampak dan memberikan respons kebijakan perdagangan terkait wabah ini,” kata Agus saat memberikan kuliah umum virtual kepada mahasiswa Universitas Paramadina di Jakarta dalam keteangan persnya, Rabu (6/5).

Mendag memaparkan, sedikitnya telah ada tujuh respons dari Kementerian Perdagangan selama masa pandemi ini. Pertama kali, kementerian mengeluarkan larangan sementara impor binatang hidup dari Tiongkok karena wabah ini berasal dari negara tersebut. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 10 Tahun 2020 yang dikeluarkan pada 6 Februari 2020.

“Kebijakan ini dikeluarkan dengan pertimbangan keamanan dan kesehatan masyarakat Indonesia, meskipun pada saat itu belum ada kasus positif Covid-19 di Indonesia,” ujarnya.

Mendag menambahkan, secara bertahap Kemendag melakukan berbagai langkah strategis dengan berpedoman pada Perppu Nomor 1 Tahun 2020, Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2020, dan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020. Adapun kebijakan strategis yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan di masa pandemi Covid-19, yaitu pertama realokasi dan refocussing anggaran. Hal ini dilakukan di antaranya melalui program bantuan untuk Pasar Rakyat dalam menangani dampak Covid-19.

Kedua, dengan menjaga stabilisasi harga dan jaminan stok barang kebutuhan pokok. Di antaranya melalui deregulasi kebijakan terkait pangan dan menjamin kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok. Ketiga, pengamanan penyediaan alat kesehatan, di antaranya melalui relaksasi impor alat pelindung diri (APD) dan masker.

Keempat, pemberian stimulus ekonomi nonfiskal. Di antaranya penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) barang ekspor melalui penerapan affixed signature dan stamp. Kelima, pengawasan barang beredar dan/atau jasa dalam perdagangan daring.

Selama masa pandemi, Kemendag telah menutup akun pedagang daring yang menjual alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer, dan virus shoutout dengan harga yang sangat tinggi dan berkualitas rendah. Keenam, fasilitasi ekspor di masa pandemi.

Salah satunya dengan memfasilitasi kegiatan business matching secara virtual. Selain itu, pada masa pandemi ini, kementerian perdagangan telah berhasil merealisasikan peningkatan ekspor kopi ke Mesir dan rumput laut ke Korea Selatan. Ketujuh, pemanfaatan forum kerja sama perdagangan internasional, seperti forum G20. (ASF)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here