Ekspor Jalan Terus, Indonesia Kirim Ikan Kerapu ke Hongkong Senilai Rp2,9 Miliar

Nelayan pancing mengangkat hasil tangkapan ikan kerapu macan di pelabuhan Lampulo, Banda Aceh. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19 Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau kembali melakukan aktivitas ekspor ikan kerapu ke Hongkong melalui Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau kembali melakukan aktivitas ekspor ikan kerapu ke Hongkong. Selama pandemi ini, nilai ekspor kerapu dari Kabupaten Natuna telah mencapai USD197.856 atau Rp2,9 miliar.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang selalu berupaya membantu kami, sehingga aktivitas ekspor ini dapat terus berjalan lancar meskipun dalam situasi sulit di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Eko Prihananto pemilik PT Putri Ayu Jaya, Ahad (17/5).

Eko mengatakan melalui surat permohonan yang telah dikirimkan oleh KKP kepada gugus tugas percepatan penanganan Cpvid-19. “Sehingga dapat memberikan kelancaran distribusi dan menyerap hasil panen ikan kerapu kami untuk memenuhi permintaan negara tujuan ekspor,” tmbahnya.

Melalui jalur laut, aktivitas ekpor ikan kerapu ke Hongkong dapat kembali dilakukan tanggal 11-12 Mei 2020 dengan kapasitas ekspor mencapai 17,3 ton atau senilai USD 103,872. Aktifitas ekspor sebelumnya senilai USD 93.984, sehingga selama pandemi ini nilai ekspor kerapu dari Kabupaten Natuna sebanyak USD 197.856 atau Rp 2,9 miliar.

Aktivitas ekspor ikan kerapu ini menggunakan 2 buah kapal berbendera Hongkong yakni kapal MV. Cheung Kam Wah dan Cheng Wai Hing. Kedua kapal tersebut sudah mendapat izin dari KKP dan surat karantina dari kantor kesehatan pelabuhan Sedanau.

Ikan kerapu hasil panen yang diserap untuk memenuhi permintaan ekspor ini tersebar di beberapa kecamatan diantaranya kecamatan Bunguran Barat, Bunguran Timur, Midai, Serasan, Pulau Tiga, Pulau Laut dan Subi. “Posisi Natuna sangat strategis karena dekat dengan negara tujuan ekspor sehingga dapat memenuhi permintaan restoran-restoran dari Hongkong, yang saat ini beberapa telah dibuka kembali. Dari aktifitas ekspor tersebut dapat mendongkrak ekonomi masyarat pembudidaya Kabupaten Natuna di masa yang sulit ini,” ungkap Eko.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto menjelaskan bahwa kinerja ekspor ikan kerapu di tengah pandemi ini bisa terus berjalan dengan lancar apabila semua pihak yang terkait bisa saling koordinasi dan bersinergi.(PS)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here