Hingga Mei, Bulog Serap Beras Sebanyak 343.409 Ton

Petani menjemur gabah di Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (6/4). Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Sejak Maret hingga pertengahan Mei serapan beras Bulog baru mencapai 343.409 ton dari target 650.000 ton. Salah satu kendala penyerapan karena harga gabah maupun beras di tingkat petani sudah diatas HPP

“Kami menghadapi kendala dalam penyerapan gabah, karena mundurnya musim panen yang mestinya bulan Maret mudur ke April dan Mei. Pada Mei dan Juni kami mempunyai target penyerapan beras sekitar 650.000 ton,” kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh dalam diskusi daraing, Selasa (19/5).

Dia menyebutkan, saat ini total serapan beras petani baru sekitar 343.409 ton dan ini butuh perjuangan dengan situasi seperti ini agar bisa mencapai target dan mudah-mudahan Bulog bisa menyerap sekitar 650.000 ton.

“Saat ini pasokannya luar biasa besar dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Nusa Tenggara Barat.sehingga kita bisa menyerap beras semaksimal mungkin. Kita saat ini sedang melakukan pembelian dan penyerapan gabah dan beras petani,” ujar Tri.

Namun dia mengakui mengalami kedala dalam penyeapan gabah dan beras petani karena saat ini harganya diatas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah diatur dalam Perauran Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020.

Dia menyebutkan, saat ini harga gabah kering panen (GKP) diatas HPP, sekitar Rp4.800 per kilogram (kg) dan gabah kering giling (GKG) HPP Rp5.250 sekarang harfanya Rp5.500 per kg. Begitu juga beras sekitar Rp9.300 per kg padahal HPP Rp8.300 per kg.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here