Begini Penyaluran Zakat Fitrah Daring

Warga menunaikan pembayaran zakat fitrah di Masjid Nurul Huda, Kebagusan, Jakarta, Minggu (17/5/2020). Antara Foto/Aditya Pradana Putra

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Mohamad Arifin Purwakananta, mengatakan bahwa zakat fitrah secara daring meningkat pada ramadhan tahun ini karena adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun untuk penyalurannya sama saja dengan zakat fitrah transfer dan tunai, hanya terbatas saja jumlahnya.

Penyaluran biasa, jadi penyaluran zakat fitrah daring sama dengan zakat transfer atau tunai. Jadi kami mula-mula merencanakan mentargetkan sejumlah dana yg akan masuk ke zakat fitrah, keemudian dari awal ramadhan sudah menyalurkan zakat sebesar dana yg direncanakan,” ujar Arifin, saat dihubungi Indonesiainside.id, Jumat (22/5).

Zakat fitrah itu disalurkan dalam bentuk beras 5 kg ke orang orang yg membutuhkan, dari di awal ramadhan hingga menjelang solat ied, di hari minggu pagi (24/5/2020).

“Kami memasukkan beras dan kita tambahkan dengan bantuan lain, ada minyak goreng dan lainnya. Itu cara kami menyalurkan zakat fitrah kepada masyarakat,” kata Arifin.

“Kita mendorong bantuan bukan menarik bantuan. Jadi kami melarang tim Baznas  untuk mengumpulkan orang, membuat antrian, kupon dan segala macem itu, pembagian seperti itu tidak boleh kita lakukan disaat covid-19 seperti ini,” imbuh Arifin.

Sementara itu, untuk penerima zakat fitrah, tim Baznas  mencari keluarga yang pantas dibantu, dengan cara memverifikasi dan memberikan secara langsung kepada penerima.

“Zakat Fitrah sifatnya terbatas. Kami berikan kepada masyarakat yang sangat darurat dan membutuhkan bantuan pangan. Jadi kami meverfikasi data penerima itu tapi kami akan menyalurkan semua zakat yang diberikan oleh pemberi zakat,” ucap Arifin. (MSH)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here