Besaran dan Jangka Waktu Pemberian BLT-Dana Desa Ditambah

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah menambah besaran dan jangka waktu pemberian BLT-Dana Desa. Untuk itu total BLT Desa bertambah dari Rp1.800.000/KPM (keluarga penerima manfaat) menjadi Rp2.700.000/KPM, sehingga total anggaran untuk BLT-Dana Desa meningkat dari Rp21,19 triliun menjadi Rp31,79 triliun.

Disamping itu, jangka waktu pemberian BLT ditambah dari 3 bulan menjadi 6 bulan. Dengan rincian, tiga bulan pertama sebesar Rp600.000/KPM/bulan. Tiga bulan berikutnya sebesar Rp300.000/KPM/bulan

Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50/PMK.07/2020, tentang Perubahan Kedua atas 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa.

Perlu diketahui, alokasi anggaran untuk BLT-Dana Desa hanya sebesar 25 persen bagi desa yang memiliki Dana Desa di bawah Rp800 juta per tahun. Sementara, desa yang memiliki anggaran Dana Desa sebesar Rp800 juta sampai Rp1,2 miliar maksimal hanya boleh mengalokasikan 30 persen dananya untuk BLT. Sedangkan desa yang dananya lebih dari Rp1,2 miliar bisa memberi 35 persen alokasi untuk BLT.

“Dalam rangka memberikan keleluasan bagi Pemerintah Desa dalam menganggarkan BLT-Dana Desa dalam APBDes. Serta memperluas cakupan keluarga penerima manfaat, PMK menghapus batasan maksimal pagu Dana Desa yang digunakan untuk BLT-Dana Desa,” ujar Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti, di Jakarta, Sabtu (23/5).

“Serta memberikan batasan atas ketentuan pengenaan sanksi kepada Pemerintah Desa. Dimana bagi Pemerintah Desa yang tidak dapat melaksanakan BLT-Dana Desa, karena berdasarkan hasil musyawarah Desa khusus/musyawarah insidentil, tidak terdapat calon keluarga penerima manfaat BLT Desa yang memenuhi kriteria, maka Pemerintah Desa tersbut tidak dikenakan sanksi,” imbuh Prima.

Kemarin, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, mengatakan, jumlah desa yang sudah menyalurkan BLT-Dana Desa sebanyak 37.012 desa. Jumlah itu masih 65% dari 56.993 desa, yang dana desanya sudah tersalurkan ke Rekening Kas Daerah dari pemerintah pusat.

Perlu diketahui, dana desa telah tersalur ke Rekening Kas Desa (RKD), di 56.993 desa. Ini masih 76% dari 74.953 desa, di seluruh Indonesia.

Abdul atau Gus Menteri, memaparkan bahwa desa yang sudah lakukan musyawarah desa (musdes) khusus dan telah menetapkan calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-Dana Desa, sebanyak 56.504 desa. Ini sudah ada 99% desa yang sudah melakukan musdes khusus, dari 56.993 desa yang telah menerima dana desa.

Sedangkan desa yang sudah melakukan musdes khusus dan telah menetapkan calon KPM, namun belum menyalurkan BLT-Dana Desa sebesar 19.981 desa. Jumlah itu, 35% dari 56.993 desa yang telah menerima dana desa.(PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here