Status Kesehatan Indonesia Buruk, Semua Usia Berpotensi Terserang Virus Corona

(200520) -- SURABAYA, 20 Mei, 2020 (Xinhua) -- Seorang paramedis melakukan tes usap (swab) di lokasi Tes Usap Cepat Bergerak atau Mobile Rapid Swab Test di tengah wabah COVID-19 di Surabaya, Jawa Timur, pada 20 Mei 2020. Total kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 693 dalam sehari menjadi 19.189, dan jumlah kematian naik 21 menjadi 1.242. (Xinhua/Surya Betha)

Indonesiainside.id, Jakarta – Status kesehatan Indonesia buruk sehingga semua usia rentan terkena virus corona jenis baru (Covid-19).

“Siapa yang  rentan terpapar di era ‘hidup berdamai (bersama)’ Covid-19? Semua status kesehatannya buruk, terutama yang hipertensi, diabetes, jantung. Laki-laki memang lebih tinggi peluang kena dari perempuan,” tulis mantan Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho, di akun Twitter-nya, Sabtu (23/5).

Dia mengatakan bahwa Covid-19 tidak hanya menimpa lansia yang berumur lebih dari 45 tahun di Indonesia. Karena itu, pemerintah harus memikirkan kembali kebijakan new normal.

“Ini karena secara umum status kesehatan kita buruk. Stunting tinggi, gizi buruk tinggi, prevalensi merokok tinggi, hipertensi-diabetes-jantung tinggi, juga TB, DBD dan masih banyak. Gaya hidup kita sendiri gimana? Makan sehat? Olahraga? Eh rutin bayar iuran BPJS gak?,” imbuh Yanuar.

Karena itu, untuk masuk ke new normal, banyak pekerjaan rumah pemerintah. Pemerintah mesti memastikan jejaring pengaman bagi yang rentan, antara lain testing-contact tracing-isolasi, penguatan faskes, BPJS, hingga bansos.

“Lalu karena kita semua rentan terpapar, jadi mesti jaga diri sendiri karena gak ada yang jagain,” kata Yanuar.

“Mumpung besok Lebaran, ambil waktu tenang buat memikirkan ini semua. Jangan buru-buru ke normal baru atau new normal. Siapkan diri dulu. Berlaku bagi pemerintah dan masing-masing diri kita sebagai warga negara,” tambah Yanuar. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here