Empat Skema Ini Dinilai Bisa Bikin Adem Petani dan Nelayan

- Advertisement -

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah menyiapkan empat skema untuk petani dan nelayan agar tetap berproduksi dan menjaga ketersediaan bahan pokok selama pandemi Covid-19.

Dalam rapat terbatas bersama menterinya Presiden Joko Widodo menyiapkan skema pertama yakni jaring pengaman sosial.

Dengan skema pertama tersebut, Presiden Jokowi ingin memastikan 2,7 juta petani dan buruh tani miskin serta 1 juta nelayan dan petambak terlindungi.

- Advertisement -

“Di antara program-program tersebut ialah Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai, Bantuan Langsung Tunai Desa, paket sembako, hingga program subsidi listrik,” jelas Presiden Jokowi, Kamis(28/5).

Skema kedua yakni program subsidi bunga kredit dengan alokasi anggaran sebesar Rp34 triliun berupa relaksasi pembayaran angsuran.

Relaksasi tersebut kata Presiden Jokowi diberikan kepada penerima pembiayaan yang didapat melalui sejumlah program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar), pembiayaan ultra-mikro (UMi), pegadaian, hingga pembiayaan dan bantuan permodalan dari beberapa kementerian.

Skema ketiga yakni menyiapkan pemberian stimulus modal kerja bagi para petani dan nelayan.

Bantuan modal kerja kata dia dapat disalurkan melalui perluasan program KUR bagi para penerima yang dinilai layak kredit.

“Saya minta ini prosedur dan aksesnya dipermudah, sederhana, dan tidak berbelit-belit sehingga petani, nelayan, dan petambak kita bisa memperoleh dana-dana yang dibutuhkan,” kata dia.

Skema keempat, pemerintah akan memberikan bantuan melalui instrumen non-fiskal dengan cara mengupayakan kelancaran rantai pasokan yang meningkatkan produktivitas para petani dan nelayan.

“Kita harapkan usaha pertanian dan perikanan ini bisa lebih baik melalui ketersediaan bibit, pupuk, dan alat-alat produksi,” pungkasnya.(EP/aa)

Berita terkini

Menteri Luar Negeri Pakistan Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Islamabad-- Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi hari Jumat (3/7) dinyatakan positif virus corona baru. Menulis di akun twitter, Shah Mahmood mengabarkan...
- Advertisement -
ads1 mekarsari

Covid-19 Belum Terkendali, Jusuf Kalla: Masyarakat yang Harus Mengendalikan Diri

Indonesiainside.id, Jakarta - Laju penularan virus corona jenis baru (Covid-19) belum juga terkendali. Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengatakan, masyarakatlah yang...

Roadmap Program Pelatihan Timnas Indonesia dari Shin Tae-yong Belum Lengkap

Indonesiainside.id, Jakarta--Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan manajer pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong belum memberikan roadmap program persiapan timnas senior. "Dia sudah memberikan roadmap (peta jalan) untuk...

Malaysia Tangguhkan Pilot Berlisensi Pakistan, Terkait Pemalsuan Kualifikasi

Indonesiainside.id, Kuala Lumpur – Regulator penerbangan Malaysia untuk sementara menangguhkan pilot yang dipekerjakan oleh maskapai domestik yang memegang lisensi Pakistan. Hal ini dilakukan setelah...

Berita terkait

DPR Minta Protokol Kesehatan di Bandara Tak Bertele-Tele

Indonesiainside.id, Jakarta--Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR RI A Bakri menginginkan protokol bagi pengguna moda pesawat terbang di bandara seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta...

Iran di Ujung Tanduk, Tanda-Tanda Kebangkrutan di Depan Mata

Indonesiainside.id, Teheran - Kondisi ekonomi Iran dinilai sangat mengkhawatirkan akibat ekspor minyak yang turun drastis dampak Covid-19 dan penurunan nilai mata uang. Kondisi itu...

IHSG Akhir Pekan Menguat Seiring Membaiknya Data Ekonomi Global

Indonesiainside.id, Jakarta--Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (3/7) ditutup menguat seiring membaiknya data ekonomi global. IHSG ditutup menguat 7,01 poin...

Langgar Praktik Jasa Angkutan Khusus, KPPU Denda Grab dan TPI

Indonesiainside.id, Jakarta-- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan sanksi kepada Grab dan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI). Sanksi diberikan keduanya atas pelanggaran Pasal 14...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here