Kadin: Saatnya Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Sejumlah pekerja mengoperasikan mesin di pabrik kelapa sawit PT Tunggal Perkasa Plantation di Kabupaten Inhu, Provinsi Riau, Kamis (27/2/2020). Pemerintah Indonesia menggugat Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), akibat kebijakan blok ekonomi yang dinilai diskriminatif atas produk kelapa sawit Indonesia. ANTARA FOTO/FB Anggoro/ama.

Indonesiainside.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Shinta W Kamdani, mengatakan bahwa merumahkan dan mem-PHK para pekerja terjadi karena situasi usaha dari bulan ke bulan semakin memburuk. Banyak pengusaha atau perusahaan menghentian aktivitas mereka akibat Covid-19.

“Kalau kita lihat dari jumlah saat ini yang dirumahkan, ini sangat mengkhawatirkan sekali bagi dunia usaha. Karena kan kita gak tahu kapan Covid-19 bisa dikendalikan full. Jadi harus ada PSBB di zona merah,” ujar Shinta, di diskusi daring, Jumat (29/5).

Menurut dia, selama ini masyarakat taat dan mengikuti aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun, saat ini sudah waktunya hidup berdampingan dengan Covid-19 karena vaksin belum ditemukan.

“Makanya kita mulai ke arah bagaimana kita segera hidup berdampingan, tapi maksudnya kita bisa memulai aktivitas ekonomi dengan tetap mengontrol pengendalian Covid-19 ini,” kata Shinta.

Dia mengatakan, sebenarnya jumlah pekerja yang dirumahkan dan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) yang tercatat dari asosiasi-asosiasi dibawah Kadin, lebih besar dari data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

“Kalau di data kami sudah ada 6 juta yang dirumahkan dan PHK, data kemenaker hanya 2 jutaan, sebenarnya lebih besar,” kata Shinta.

Kebanyakan dirumahkan karena perusahaan tidak punya cashflow. Kalau hotel dan restoran, sudah ada 1,4 juta pekerja di-PHK, tekstil sampai 2,1 juta orang, dan sektor transportasi darat 1,4 juta orang. Selain itu, ritel sebanyak 400.000 orang akibat mal ditutup. Ini juga pengaruhnya pasti banyak sekali. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here