Bank Dunia Kucurkan Bantuan 250 Juta Dolar AS untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia

Ilustrasi Bank Dunia. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Washington – Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar USD250 juta untuk program Indonesia Covid-19 Emergency Response. Pendanaan ini untuk mendukung Indonesia mengurangi risiko penyebaran, meningkatkan kemampuan mendeteksi, serta meningkatkan tanggapan terhadap pandemi Covid-19.

“Pemerintah Indonesia menggunakan berbagai cara untuk mengurangi dampak terkait sektor kesehatan, sosial dan ekonomi akibat Covid-19. Dengan dukungan dari lembaga seperti Bank Dunia, kami berkomitmen untuk memperkuat kapasitas dalam hal pencegahan, pengujian, perawatan serta sistem informasi, dan pada saat yang bersamaan memastikan kondisi kerja yang aman bagi para tenaga kesehatan,” ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, di Washington, Sabtu (30/5).

“Kami juga menyambut baik upaya mitra pembangunan dalam memberikan dukungan pendanaan, yang terkoordinasi serta kerja sama Bank Dunia dengan Asian Infrastructure Investment Bank dan Islamic Development Bank untuk program ini,” imbuh Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, pendanaan ini difokuskan untuk memperkuat aspek-aspek utama tanggap darurat Indonesia terhadap pandemi Covid-19, termasuk melengkapi fasilitas rujukan Covid-19 di bawah Kementerian Kesehatan, meningkatkan persediaan alat pelindung diri (APD), memperkuat jaringan laboratorium dan sistem pengawasan. Serta mendukung pengembangan dan penggunaan protokol untuk memastikan layanan
yang berkualitas.

Program pendanaan ini akan mencakup seluruh wilayah Indonesia, dan penerima manfaat utama termasuk pasien yang mengunjungi rumah sakit dan fasilitas kesehatankhususnya penduduk rentan dan berisiko tinggi seperti orang tua dan mereka yang memiliki kondisi kronis, serta para tenaga kesehatan

“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menghadapi Covid-19 dan mengurangi dampak pandemik ini pada sektor kesehatan, ekonomi dan sosial. Hal ini sangat penting bagi upaya yang berkelanjutan dalam mengurangi kemiskinan dan melindungi modal manusia Indonesia,” kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen, di Washington, Sabtu (30/5). (SD)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here