Bisnis Perjalanan Haji dan Umrah Lesu, Travel Banting Setir

jmaah umrah
Jamaah umrah berfoto di depan Masjidil Haram Mekah. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Bisnis perjalanan ibadah haji dan umrah ikut terpukul akibat penutupan pemberangkatan haji dan umrah ke Tanah Suci Makkah. Sebagaimana beberapa sektor bisnis lainnya, biro haji dan umrah untuk sementara waktu vakum hingga waktu tak ditentukan.

Beberapa travel sebelumnya tetap membuka promo perjalanan ibadah umrah untuk September hingga akhir tahun ini. Namun terhenti karena perjalanan ibadah haji saja sudah dibatalkan. Batas penutupan perjalanan ibadah umrah pun belum jelas kapan bisa dibuka lagi.

Sejumlah travel melalui Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) harus banting setir. AMPHURI menggiatkan unit usaha koperasinya di tengah lesunya industri umrah dan haji khusus yang diterpa pandemi Covid-19.

“Praktis, kita semua hanya menjalankan kegiatan usaha hanya lima bulan saja sejak dibukanya musim umrah 1441 Hijriyah, September 2019 lalu,” kata Ketua Umum DPP AMPHURI Joko Asmoro kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/7).

Dia mengatakan, pihaknya memiliki Koperasi Amphuri Bangkit Melayani (ABM) yang perlu terus dioptimalkan saat pandemi. Selama wabah Covid-19. AMPHURI berikut koperasinya harus terus berdaya di tengah industri haji dan umrah yang berada di titik nadir terendah setelah umrah ditutup 27 Februari 2020, kemudian disusul pembatalan keberangkatan haji.

Joko mengatakan Koperasi ABM sebagai motor penggerak ekonomi anggota AMPHURI sampai hari ini terus bergerak, meski unit bisnis utamanya tersendat. Dia mencontohkan dalam beberapa waktu ke depan, Koperasi ABM bermitra dengan DPP AMPHURI bidang Pengembangan Wisata akan menggelar edukasi tur produk halal Indonesia.

Koperasi ABM, kata dia, juga menyiapkan beberapa produk unggulan berbasis digital yang akan dirilis dalam waktu dekat.
“Inilah bentuk keberanian koperasi dalam memetakan dan menjalankan bisnis yang out of the box. Saya bangga dan makin cinta kepada Koperasi ABM,” katanya.

Ketua Koperasi ABM, Amaluddin Wahab, mengatakan pihaknya memiliki varian produk di luar umrah dan haji khusus seperti Jelita yang menjual produk wisata halal luar negeri.

Produk berikutnya, kata dia, adalah Indonesia Halal Discovery Channel (IHD Channel). Unit bisnis berupa Production House (PH) yang akan memproduksi tayangan program wisata dalam negeri dengan mengeksplorasi semua potensi wisata Indonesia untuk pasar luar negeri.

Selanjutnya, kata Amal, Koperasi ABM juga akan merilis produk Amphuri Store (Amstore) yaitu unit bisnis koperasi yang bergerak di perdagangan di luar produk haji, umrah, inbound maupun outbound.

Kemudian, kata dia, terdapat produk Simpan Pinjam Syariah. “Saya meyakini dengan kekuatan anggota lebih dari 400 biro travel yang tetap solid di setiap kondisi kalau saja semuanya mau bersatu lagi dalam wadah koperasi. Maka bukan tidak mungkin AMPHURI bermetamorfosis dari asosiasi menjadi korporasi,” kata dia. (Aza/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here