Layanan Rapid Test Jadi Perang Dagang Maskapai Penerbangan

Maskapai Penerbangan. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Salah satu persyaratan agar dapat melakukan perjalanan udara selama masa darurat covid-19 ialah wajib melakukan uji bebas Covid-19. Kebijakan ini pun membuka peluang bagi maskapai nasional menawarkan layanan rapid test demi menjaring penumpang.

Grup maskapai Lion Air, kini mulai menyediakan uji kesehatan skrining awal dan cepat Covid-19 di empat kantor pelayanan mereka. Lion berani membandrol harga Rapid Test Covid-19 di bawah Rp100 ribu, tepatnya Rp 95.000 (bersih/nett).

“Sudah termasuk surat keterangan sesuai hasil dengan masa berlaku 14 hari. Pelaksanaan Rapid Test Covid-19 bekerja sama dengan Klinik Lion Air Medika,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro.

Anak perusahaan Garuda Indonesia, Citilink bahkan menawarkan layanan bebas biaya rapid test. Layanan ini di berikan bagi penumpang yang melakukan pembelian tiket pesawat (fresh booking) melalui Website dan Mobile Apps Citilink.

Mengutip website resminya, hasil Rapid Test Covid-19 bisa diketahui dalam 10 menit saja. Jika hasilnya nonreaktif, penumpang akan menerima hasil pemeriksaan dan mendapatkan surat keterangan sehat yang diperlukan sebagai salah satu syarat menggunakan moda transportasi udara.

Pun demikian dengan Garuda Indonesia, maskapai plat merah ini menyelenggarakan rapid test bekerja sama dengan Pertamedika IHC. Garuda menyediakan paket uji covid-19, baik rapid test maupun PCR  dengan kategori premium dan standard, variasi harga mulai Rp225 ribu dan Rp1,5 juta untuk tes PCR.

Sriwijaya Air ikut membuka layanan uji Covid-19 dengan bandrol harga Rp300 ribu, khusus area Sorong dipatok Rp450 ribu. Pemeriksaan rapid test dilakukan di enam kantor cabangnya di Tangerang, Jakarta, Makassar, Pontianak, Balikpapan, dan Sorong.

Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie khawatir layanan rapid test mandiri oleh maskapai dijadikan lahan bisnis baru. Ia bahkan sempat menemukan media promosi rapid test di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.

“Satu lagi indikasi bahwa uji Covid-19 sudah jadi komoditas bisnis. Drive Thru, Rapid Test, Harga Promo terlihat di kawasan Bandara Soekarno-Hatta siang tadi, Rabu 01 Juli 2020,” tulisnya pada akun media sosialnya.

“Beragam penawaran Rapid Test oleh airlines. Rapid Test jadi instrumen persaingan bisnis Ada yg Full Service, ada yg LCC. Sebentar lagi mungkin ada Tarif Batas Bawah & Tarif Batas Atas seperti harga tiket domestik kelas ekonomi,” katanya pada unggahan yang lain. (ASF)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here