Orderan Usaha Kurir Sepeda di Jakarta Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Usaha kurir sepeda di DKI Jakarta mengalami peningkatan permintaan selama pandemi Covid-19. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Usaha kurir sepeda di DKI Jakarta mengalami peningkatan permintaan selama pandemi Covid-19. Jasa kurir logistik merupakan salah satu dari 11 sektor yang dibolehkan beraktivitas selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Alhamdulillah, selama pandemi, justru naik (permintaan jasa kurir),” kata pendiri salah satu perusahaan jasa kurir sepeda Westbike Messenger Service┬áHendi Rachmat dilansir dari Antara, Kamis (2/7).

Dengan adanya keleluasaan tersebut, usaha kurir sepeda menjadi salah satu jasa kurir yang juga mendapat pesanan antarbarang meningkat. Begitu juga dengan westbike yang sudah berstatus badan usaha logistik.

“Orderan kita dari UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) meningkat tajam selama pandemi, tembus 1.000 orderan dalam sebulan, jika sebelum pandemi orderan dari UMKM itu tak banyaklah,” ucapnya.

Dia mengatakan, selama pandemi banyak usaha kecil menengah rumahan bermunculan seiring adanya kebijakan bekerja dari rumah. Selain itu, kata dia, usaha kuliner dan katering juga beralih ke penjualan daring.

Baca Juga:  Highlight: Kasus Covid-19 Harian di Jakarta Bertambah Besar

“Karenanya banyak yang membutuhkan jasa logistik untuk mengirimkan barang, salah satunya jasa kurir sepeda jadi pilihan,” katanya.

Selain melayani orderan dari pesanan aplikasi organik milik westbike messenger, para kurir sepeda juga melayani pesanan dari perusahaan logistik yang menjadi mitra seperti JNE. “Bahkan selama pandemi, kami dapat klien baru dari aplikasi kesehatan untuk mengirimkan paket-paket pesanan medis, seperti obat, vitamin dan lainnya,” ungkapnya.

Hendi yang juga Wakil Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) mengatakan pandemi juga menumbuhkan usaha kurir sepeda di Jakarta. Yang tadinya hanya ada tiga perusahaan kini bertambah menjadi enam usaha.

Protokol kesehatan
Selama pandemi ini, lanjut Hendi, pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi para mitra kurirnya. Selain wajib pakai masker dan membawa cairan pembersih tangan, para kurir juga diminta menjaga jarak dengan konsumen, tidak dibenarkan untuk duduk nongkrong dengan sesama kurir maupun dengan konsumen.

Baca Juga:  Hari Ini Polda Metro Buka Empat Lokasi Layanan SIM Keliling

“Kepedulian konsumen kepada kurir sepeda itu tinggi sekali, biasanya habis antar barang mereka ajak duduk istirahat disuguhkan minuman, ngobrol, atau wawancara. Tapi selama pandemi, kami tidak bolehkan lagi, harus jaga jarak dengan konsumen, barang yang dikirim pun ditaruh di tempat khusus,” ujarnya.

Mengenai harga, selama pandemi Covid-19, jasa kurir sepeda memberlakukan tarif normal sebesar Rp15.000 untuk satu area dan Rp20.000 untuk beda area. Jasa kurir sepeda telah hadir di Indonesia sejak 2013. Terdapat 30 komunitas kurir sepeda yang tersebar di 25 kota. Untuk wilayah DKI Jakarta terdapat tiga nama jasa kurir sepeda yakni Westbike, Akamaru dan Kamiantar. (ASF/ANT)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here