Imbas Covid-19, Pemprov DKI Libatkan BUMD di Bidang Perbankan untuk Pulihkan Ekonomi Warga

Ilustrasi UMKM. Foto: INI Network. Foto: Dok. Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemprov DKI melibatkan PT Bank DKI untuk menghadapi new normal dan demi memulihkan perekonomian warga akibat pandemi virus corona (Covid-19). Keberadaan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) DKI di bidang perbankan itu diharapkan bisa membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk bangkit kembali.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan bahwa Pemprov DKI telah merancang konsep pemulihan ekonomi menjelang new normal dengan mengundang para ahli di bidangnya. Salah satu cara untuk membangkitkan kembali ekonomi para pelaku UKM yakni melalui kredit usaha rakyat (KUR) Bank DKI.

“Insya Allah dalam waktu dekat (akan disampaikan). Karena, sudah kami rumuskan solusi yang terbaik, supaya Jakarta bisa segera bangkit,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Indonesiainside.id, Selasa (7/7).

Ariza (sapaan karibnya) menuturkan, pemerintah pusat maupun daerah berkewajiban untuk memulihkan perekonomian masyarakat akibat Covid-19. Maka dari itu, Ariza berharap Bank DKI dapat membantu memberikan kredit yang ringan sebagai modal usaha.

Pemberian kredit ringan ini merupakan bentuk stimulus lain untuk menggerakan roda perekonomian di ibu kota. Pasalnya, DKI juga berencana bakal memberikan instentif pajak dan perizinan kepada pelaku usaha yang saat ini masih dikaji formulasinya.

Menurut dia, masyarakat Jakarta harus bersiap menghadapi new normal, karena nantinya aktivitas masyarakat akan berjalan seperti biasa. Namun, ia tetap mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 untuk mencegah penyebaran virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina, itu.

“Jadi, pak gubernur dan saya sudah rapat di lingkup internal untuk membahas hal ini. Berbagai program sudah kami siapkan, tapi sekarang kami masih fokus dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 itu sendiri, bagaimana memastikan bahwa penyebaran virus ini bisa segera berakhir,” paparnya.

Ia meyakini bahwa setelah PSBB transisi berakhir, DKI akan memasuki new normal. Berdasarkan catatan, angka reproduksi (Rt) Covid-19 di Jakarta kini berada di bawah 1 atau tepatnya 0,98, angka tersebut dianggap baik lantaran tingkat penularan Covid-19 antarpribadi masyarakat semakin rendah.

“Sekarang Rt memang sudah berada di bawah angka 1, sekalipun ada pelonggaran tapi kita harus tetap berhati-hati. Di PSBB transisi ini pada minggu-minggu depan, kami akan tingkatkan lagi, mulai dari sanksi, aparat, dan regulasinya juga,” ungkapnya.(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here