Jokowi Kembali Tegur Para Menteri termasuk Polri: Yang Dulu Belanja ke Luar, Rem Dulu!

Presiden Joko Widodo saat di Istana Bogor (foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Kepresidenan)

Indonesiainside,id, Jakarta – Istana Kepresidenan kembali merilis video rapat terbatas edisi 7 Juli. Dalam video yang dirilis pada Rabu malam (8/7) itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegur para menterinya agar segera membelanjakan anggaran yang telah dialokasikan untuk produk dalam negeri.

Jokowi mengingatkan, para menteri dan lembaga pemerintahan jangan dulu mengeluarkan belanja ke luaar negeri. Terlebih untuk alat-alat kesehatan seperti masker dan alat pelindung diri (APD).

“Kepolisian juga sama. Saya kira belanja-belanja yang dulu belanja ke luar, rem dulu. Beli belanja yang produk-produk kita agar apa, ekonomi kena trigger bisa memacu growth kita, pertumbuhan kita,” kata Jokowi dalam video rapat terbatas tersebut.

Beberapa kementerian yang disebut Jokowi, yaitu Kementerian Pertahanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Perhubungan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan. Polri juga disinggung terkait penggunaan anggaran. Semuanya diminta agar cepat mencairkan anggaran mereka.

Khusus kepada Menhan Prabowo Subianto, Jokowi memerintahkan agar segera mencairkan anggaran kementerian yang mencapai Rp117,9 triliun. Diketahui, Prabowo memimpin kementerian yang memang memiliki anggaran terbesar di kabinet.

“Saya minta semuanya dipercepat, terutama yang anggarannya besar-besar. Ini Kemendikbud ada Rp70,7 triliun, Kemensos Rp104,4 triliun, Kemenhan Rp117,9 triliun, Polri Rp92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp32,7 triliun,” kata Presiden.

Dia juga meminta agar Kementerian Pertahanan, Kepolisian, dan Kementerian Kesehatan untuk memprioritaskan belanja di dalam negeri dibandingkan di luar negeri untuk mendukung perekonomian di Indonesia.

“Misalnya di Kemenhan, bisa saja di DI (Dirgantara Indonesia), beli di Pindad, beli di PAL. Yang bayar di sini ya yang cash, cash, cash. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), beli produk dalam negeri. Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini,” tegas dia.

“PCR juga dari dalam negeri. Kita sekarang sudah bisa buat PCR. Rapid test beli dalam negeri, karena kita bisa membuat semuanya. Jangan ada lagi beli yang dari luar. Apalagi hanya masker, kita bisa produksi sendiri. APD, 17 juta produksi kita per bulan. Padahal kita pakainya hanya 4-5 juta,” katanya.

Setelah menegur dengan keras para menterinya pada Juni lalu, Jokowi mengaku belum puas melihat program-program pemerintah di kementerian belum maksimal. “Karena saya melihat stimulus ekonomi ini belum, Bansos sudah lumayan. Kesehatan, masih perlu dipercepat. Stimulus ekonomi baik untuk yang UMKM maupun yang tengah dan besar, belum,” katanya. (Aza/AA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here