Dinilai Tak Musiman, Kemenperin Lirik Potensi Industri Sepeda Lokal

Warga bermain sepeda di pantai Ancol, Jakarta, Sabtu (20/6/2020). Foto: Anadolu

Indonesiainside.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian melihat ada peluang yang bisa diambil industri komponen lokal sepeda lokal dengan melihat banyaknya orang yang melirik olahraga bersepeda.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita melihat, potensi pasar domestik industri sepeda sangat besar, sehingga peluang bisnisnya juga terbuka lebar. Apalagi, di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat banyak yang memilih olahraga bersepeda untuk bisa menjaga kesehatannya.

“Kami lihat tren penggunaan dan penjualan sepeda lagi naik. Kenaikan ini tidak akan sebentar, dan kami juga lihat kalaupun Covid-19 sudah selesai, naik sepeda sudah jadi lifestyle, sehingga demand-nya dalam jangka menengah tidak akan menurun, bahkan masih akan naik,” ujarnya, Ahad (12/7).

Dia mengungkapkan, Kementerian Perindustrian sedang berupaya memperdalam struktur manufaktur sektor industri sepeda di dalam negeri. Hal ini guna mendorong tumbuhnya produsen komponen sehingga dapat lebih mengoptimalkan penggunaan produk lokal dalam mata rantai produksi sepeda.

Baca Juga:  Tarik Minat Masyarakat Bersepeda, Pontianak Perbanyak Ruang Terbuka Hijau

“Kami akan koordinasikan dengan berbagai pihak, terutama sektor industrinya itu sendiri untuk bisa mengembangkan sepeda dengan komponen-komponen yang diproduksi di dalam negeri,” katanya.

Guna memacu daya saing industri sepeda di tanah air, Agus menyatakan, pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan beberapa prinsipal sepeda serta mengkaji penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Ia ingin nantinya sepeda yang dipakai masyarakat Indonesia adalah 100 persen produksi dalam negeri.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier menyampaikan, pihaknya tengah memacu penguatan rantai suplai bagi industri sepeda di dalam negeri. “Kami akan berupaya tingkatkan TKDN-nya, selama ini rata-rata telah mencapai 40 persen,” ujarnya.

Baca Juga:  Tarik Minat Masyarakat Bersepeda, Pontianak Perbanyak Ruang Terbuka Hijau

Taufiek menjelaskan, industri sepeda di dalam negeri juga perlu memanfaatkan teknologi terkini sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan mampu menghasilkan produk berkualitas dengan lebih efisien.

“Bagian yang saat ini perlu didukung terutama penerapan teknologi nano untuk bahan rangka sepeda yang terbuat dari carbon karena secara material lebih ringan. Industri ini yang harus dibangun di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan para produsen. Selain itu, rata-rata komponen lain sudah bisa dibuat di dalam negeri,” tuturnya. (SD)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here