Bulog Tanjungpinang Kehabisan Stok Daging Beku

Daging sapi. Foto: Ilustrasi

Indonesiainside.id, Tanjungpinang – Bulog Subdivre Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), mengaku kehabisan stok daging beku impor dari India karena distribusi terhambat oleh pandemi Covid-19.

“Daging beku sudah habis sejak lebaran Idul Fitri kemarin (2020),” kata Kepala Bulog Suvdivre Tanjungpinang Parluhutan Siregar, Selasa (21/7).

Pihaknya sudah mengajukan permintaan sepuluh ton daging beku untuk pasokan kebutuhan masyarakat menjelang hari raya Idul Adha 2020, terutama di Pulau Bintan, yakni Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Namun ia tidak bisa memprediksi kapan waktu pendistribusiannya sebab, baik India maupun Indonesia sama-sama terkena dampak wabah Covid-19.

“Kami sudah berkoordinasi ke Pemerintah Pusat, tapi memang pendistribusian daging beku dari India ke pelabuhan bongkar muat di Jakarta belum lancar akibat pandemi,” ucapnya.

Parluhutan menyampaikan bahwa tingkat konsumsi daging beku di Pulau Bintan masih rendah karena mungkin banyak masyarakat yang belum tahu kalau Bulog punya produk bisnis daging beku. Bisa jadi, minat warga setempat buat membeli daging beku tengah berkurang.

“Normalnya, konsumsi daging beku warga di sini hanya sekitar satu ton per bulan. Kalau kami pesan sepuluh ton, maka habis dijual sekitar sepuluh bulan,” ucapnya.

Selain itu, Parluhutan menjamin stok kebutuhan pokok lainnya seperti beras, minyak goreng, dan tepung terigu, cukup dan aman hingga enam bulan ke depan. “Saat ini terdapat 2.700 ton beras, enam ton minyak goreng, dan enam ton tepung terigu yang tersimpan di gudang bulog, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya. (ASF/ANT)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here