Pemulihan Pariwisata Tergantung Seberapa Totalitas Pengendalian Covid-19

Warga menikmati suasana pantai kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (20/6/2020). Agensi Anadolu/Eko Siswono Toyudho

Indonesiainside.id, Jakarta – Kapan pariwisata bisa pulih? Demikian pertanyaan besar industri pariwisata di tengah krisis akibat pandemi Covid-19.

Sejauh ini belum ada pernyataan tegas mengenai kapan pariwisata dan ekonomi secara umum bisa bergeliat sepenuhnya. Pejabat Kementerian Parwisata dan Ekonomi Kreatif, Frans Teguh mengatakan, pemulihan pariwisata tergantung seberapa serius pemerintah bisa menangani sebaran virus.

Ia mengatakan, banyak faktor di luar kepariwisataan yang mempengaruhi pertumbuhan wisata itu sendiri. Pengelolaannya pun tidak mudah dan membutuhkan koordinasi ekstra antarlembaga, baik pemerintahan dan swasta.

“Karena krisis ini karena kesehatan yang dampaknya pada pariwisata dan ekonomi kreatif, maka  solusi pertama adalah mengatasi kesehatan itu,” ujar Plt Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan ini dalam webinar Bisnis Indonesia, Selasa (28/7).

Ia menekankan agar seluruh upaya pengendalian wabah harus bisa menekan grafik penularan mendekati angka nol atau setidaknya melandai. Tanpa indikator ini, rencana menggeliatkan kembali perekonomian akan menjadi sia-sia.

“Memang dalam penelitian WHO untuk sampai ke nol tidak mungkin, potensi Covid-19 selalu ada. Sekarang yang bisa kita lakukan adalah memitigasi supaya terjadi lokalisir di titik yang harus kita kendalikan secara bijak,” tuturnya.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 1.748 orang hari ini, Selasa (28/7). Total kasus secara nasional mencapai 102.051. Hal itu berdasarkan data update terakhir yang dirilis di laman resmi pemerintah, Covid19.go.id, Selasa 28 Juli 2020.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here