Rugi Rp85 Triliun, Covid-19 Membuat Nasib Hotel-Restoran Tak Karuan

Ilustrasi hotel. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Sangat berat!, kata Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani menggambarkan kondisi bisnis hotel dan restoran saat ini. Pandemi Covid-19 membuat siklus keuangan tak karuan.

Ia mengungkapkan, pandemi menyebabkan lebih dari 2.000 hotel dan 8.000 restoran tutup. Potensi hilangnya pendapatan mencapai Rp85 triliun dengan rincian hotel Rp40 triliun dan restoran Rp45 triliun.

“Untuk devisa yang hilang updating Januari sampai Juni adalah 6 miliar dolar AS dan potensi hilangnya pajak dan retribusi daerah juga cukup besar. Kami perkirakan pajak hotel dan restoran di bandingkan tahun lalu drop-nya sudah lebih dari 80 persen,” ujarnya dalam Mid-Year Economic Outlook 2020 virtual, Selasa (28/7).

Dampak lainnya tentu saja kepada para pekerja. sebanyak 5,8 juta karyawan dirumahkan, mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan terpaksa cuti di luar tanggungan perusahaan atau unpaid leave.

Mengutip data Kadin per 19 Mei 2020, Hariyadi merinci jumlah karyawan terdampak, yakni 430 ribu karyawan hotel dan 1 juta karyawan restoran. Sisanya, ialah sektor turunan seperti pekerja tekstil sebanyak 2,1 juta, footwear 500 ribu, ritel 400 ribu, farmasi 200 ribu, jalan dan transportasi 1,4 juta.

“Potensi terjadinya PHK sebesar 30 sampai 40 persen dari jumlah pekerja saat ini,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pekerja dengan status kontrak tidak diperpanjang saat kontraknya habis dan tidak terjadinya pergeseran permintaan tenaga kerja dengan skill yang berbeda. Dampak lainnya ialah kerugian maskapai penerbangan sebesar 812 juta dolar AS dan tour operator mencapai Rp4 triliun.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here