Harga Emas Merosot Jelang Akhir Pekan

Ilustrasi emas batangan dan dolar AS. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Harga emas merosot pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah investor mengambil posisi jual untuk mengambil keuntungan setelah kenaikan sembilan sesi berturut-turut. Meskipun prospeknya tetap bullish dengan harga melayang di dekat rekor tertinggi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun 11,1 dolar AS atau 0,57 persen, menjadi ditutup pada 1.942,30 dolar AS per ounce pada Kamis (30/7).

Emas berjangka naik 8,8 dolar AS atau 0,45 persen menjadi 1.953,40 dolar AS pada Rabu (29/7).

Emas berjangka terangkat 13,6 dolar AS atau 0,7 persen menjadi 1.944,6 dolar AS pada Selasa (28/7), setelah berhasil menembus level psikologis 1.900 dolar AS, melonjak 33,5 dolar AS atau 1,77 persen, menjadi 1.931 dolar AS pada Senin (27/7).

“Kami telah melihat penyesuaian posisi emas tidak hanya dari sisi institusionil, tetapi baru-baru ini kami benar-benar melihat lonjakan arus ritel,” kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

Emas diperdagangkan mendekati rekor tertinggi Selasa pada 1.980,57 dolar AS per ounce di sesi terakhir setelah Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga tidak berubah, sementara berjanji untuk menggunakan berbagai alat selama diperlukan untuk pulih dari pandemi.

Logam non-imbal hasil, yang diuntungkan dari suku bunga rendah, naik lebih dari 28 persen sepanjang tahun ini, didukung oleh permintaan investasi yang kuat.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here