Dosen Komunikasi UI: Media Massa Mampu Bertahan Asalkan Jaga Kualitas Konten

Ade Armando diberikan 16 pertanyaan oleh tim penyidik Polda Metro Jaya, Rabu (18/11). Foto: Fichri Hakiim/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Di tengah derasnya arus teknologi, media massa seperti media cetak akan terus hadir menyajikan informasi dan perkembangan kepada masyarakat. Media-media konvensional harus cepat melakukan adaptasi dengan teknologi yang saat ini berkembang.

“Media-media konvensional tetap bisa survive asalkan tetap mempertahankan konten, karena pada dasarnya masyakarat itu membutuhkan informasi. Saya misalnya, masih membaca kabar harian karena itu yang paling sesuai,” kata dosen komunikasi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando dalam diskusi virtual, Sabtu (1/8) malam.

Namun, bagaimanapun berkembangnya media sosial secara cepat, media massa masih menguasai arus informasi lapangan, karena media massa memiliki wartawan di lapangan. Maka itu, media massa tetap menjadi rujukan masyarakat.

“Ada masyarakat yang butuh informasi, ada masyarakat yang tidak butuh dan tidak senang informasi, tapi lebih suka kepada personalitas orang yang membawakan informasi,” ujarnya.

Pendiri KataData, Metta Dharmasaputra mengungkapkan keinginannya sejak delapan tahun lalu ingin membangun media massa konvensional. Namun, dia melihat nampaknya media online lebih potensial apabila dilihat dari data Nelson.

“Kemudian saya dihadapkan situasi pada modal, ketika orang ingin membuat media, maka angkanya sekitar Rp20-30 miliar. Tapi setelah berjalan, kita melihat ada peluang dari sosial media dan kita melihat bisa survive,” ujar Metta.

Bagi media, menurutnya, berkahnya ketika ada berita hoaks, media dapat memproduksi konten berkualitas dan menjadi rujukan masyarakat. Namun, tantangan di sisi lain ada beberapa media yang terjebak pada lingkaran setan alias click bait.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here