Lowongan Menurun, Pelamar Kerja Membeludak

Sejumlah pencari kerja mendaftar lowongan kerja pada acara Job Fair 38 di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Pandemi Covid-19 membuat perekonomian tak karuan. Kacaunya roda kerja, bisnis, dan perdagangan ini karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang menghentikan banyak aktivitas ekonomi.

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat ada 3,06 juta pengangguran baru. Mereka adalah pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan per 27 Mei 2020.

Menjadi pengangguran di kala pandemi ibarat sudah jatuh tertiban tangga. Pendapatan hilang di tengah penyebaran Covid-19 yang makin mengerikan.Kesehatan terancam, uang yang menjadi salah satu sumber ketenangan makin sulit didapatkan.

“Lagi situasi kaya gini tu bingung sendiri sm keadaan, lama nganggur, kehilangan pekerjaan. itu tu salah takdir gue apa emg udh harus semestinya? sedangkan temen gue gak kaya gini. asli makin jd aja nyalah2in hidup sendiri,” tulis pengguna Twitter, Cici @miripdanillaa.

Cuitan ini direspons oleh akun resmi platform lowongan kerja Jobstreet Indonesia. Jobstreet menyatakan, di masa ‘paceklik’ gini, memang tak banyak perusahaan yang mencari tenaga kerja baru.

“Sebelum pandemi bisa ada 30k (ribu) lowongan lebih. Saat pandemi, lowongan cuma ada sekitar 15k. (ribu),” tulisnya dikutip Senin (3/8).

Pada sisi lain, jumlah pencari kerja justru membludak. Sebelum pandemi, satu lowongan kerja biasanya bisa menjaring 400 sampai 600 pelamar. Sekarang, ada 2.000 sampai 3.000 orang yang mendaftar dalam suatu lowongan. Naik lima kali lipat.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here