Dolar AS Mulai Bergairah setelah Catatkan Penurunan Bulanan Terbesar

mata uang dolar
Ilustrasi mata uang dolar. Foto: Antara

Indonesiainside.id, New York – Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah mencatat penurunan bulanan terbesar dalam sepuluh tahun terakhir baru-baru ini, karena pelaku pasar mencerna sejumlah data ekonomi positif.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama rivalnya, naik 0,19 persen menjadi 93,5485. Indeks dolar jatuh 4,1 persen untuk Juli, persentase penurunan bulanan terbesar sejak September 2010, dengan sebagian besar penurunan datang dalam 10 hari terakhir ketika kasus virus corona baru melonjak di beberapa negara bagian AS.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1759 dolar AS dari 1,1782 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3074 dolar AS dari 1,3101 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun ke 0,7119 dolar AS dari 0,7145 dolar AS.

Dolar AS dibeli pada 105,97 yen Jepang, lebih tinggi dari 105,77 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9178 franc Swiss dari 0,9138 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3385 dolar Kanada dari 1,3384 dolar Kanada.

Di sisi data, aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS tumbuh pada Juli, dengan pesanan dan produksi baru mendorong sebagian besar penguatan, menurut lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) pada Senin (3/8/2020).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here