CORE: Semua Negara Berpotensi Resesi akibat Covid-19, Indonesia Diperkirakan Oktober

piter abdullah
Direktur Riset Core Indonesia, Piter Abdullah Redjalam menjawab pertanyaan sejumlah pewarta di Jakarta, Selasa (30/7)> Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah menanggapi isu yang ramai beredar terkait bahaya resesi yang kemudian dikaitkan dengan bahaya hoax ajakan penarikan dana perbankan. Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi seluruh dunia dipastikan negatif akibat virus Covid-19.

“Semua negara berpotensi mengalami resesi. Perbedaannya hanya masalah kedalaman dan kecepatan recovery,” kata Piter, dalam keterangannya, Rabu (5/8).

Menurut dia, negara-negara yang bergantung kepada ekspor-kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi sangat tinggi-akan mengalami double hit, sehingga kontraksi ekonomi akan jauh lebih dalam. Misalnya saja Singapura yang mengalami kontraksi ekonomi pada triwulan dua hingga minus 41 persen.

Disisi lain, negara-negara yang tidak secara cepat merespon dampak wabah covid, menyelamatkan perekonomiannya, berpotensi jatuh ke jurang krisis, yang artinya proses recovery akan berjalan lambat. Indonesia, sebagaimana negara lain, diperkirakan akan mengalami resesi. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II diyakini negatif di kisaran lima persen.

Demikian juga dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III dan IV. “Dengan demikian, apabila perkiraan ini benar-benar terjadi, maka Indonesia pada bulan Oktober nanti akan secara resmi dinyatakan resesi,” katanya.

Piter mengungkapkan, meskipun Indonesia nanti dinyatakan resesi, masyarakat tidak perlu panik. Resesi sudah menjadi sebuah kenormalan baru di tengah wabah.

Hampir semua negara mengalami resesi, yang lebih penting adalah bagaimana dunia usaha bisa bertahan di tengah resesi. “Apabila dunia usaha bisa bertahan, tidak mengalami kebangkrutan, maka kita akan bisa bangkit Kembali dengan cepat ketika wabah sudah berlalu,” tuturnya.

“Kita optimis dengan berbagai kebijakan yang sudah diambil oleh pemerintah melalui program PEN (pemulihan ekonomi nasional), kita akan bisa meningkatkan daya tahan dunia usaha kita, dan kita akan recovery pada tahun 2021,” imbuhnya. (NE)

 

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here