Lembaga Bahtsul Masail PBNU: Ekspor Benih Bening Lobster Harus Dihentikan

benih-lobster
Benih Lobster. Foto: Humas KKP

Indonesiainside.id, Jakarta – Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) mengeluarkan kebijakan ekspor benih lobster. LBM PBNU berpendapat, jika ekspor benih lobster berlangsung dalam skala masif, maka dinilai dapat mempercepat kepunahan, bukan hanya benihnya tetapi juga lobsternya, dan bertentangan dengan ajaran Islam.

“LBM PBNU menyampaikan bahwa ekspor benih bening lobster (BBL) harus dihentikan. Pemerintah harus memprioritaskan pembudidayaan lobster di dalam negeri,” kata Ketua LBM PBNU, KH M Nadjib Hassan dalam keterangannya, Rabu (5/8).

Lebih lanjut, kiai Nadjib mengatakan, ekspor hanya diberlakukan pada lobster dewasa, Bukan benih. Karenanya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) harus memprioritaskan pengelolaan BBL di dalam negeri, bukan mengekspor ke Vietnam, dan menguntungkan kompetitor itu.

“Pembelian benih lobster dari nelayan kecil, bisa tetap difasilitasi, dalam rangka meningkatkan pendapatan nelayan kecil. Tidak dilarang dan dikriminalisasi sebagaimana Permen KKP 56/2016,” ujarnya.

“Tetapi benih lobster yang dibeli dari nelayan kecil itu bukan untuk diekspor, melainkan dibudidayakan sampai memenuhi standar ekspor, dalam bentuk lobster dewasa. Ekspor lobster dewasa harus diprioritaskan, bukan ekspor benih bening lobster,” lanjutnya.

Mengenai pembolehan budi daya lobster di dalam negeri, LBM PBNU memberi dukungan. Terkait syarat kuota dan lokasi yang harus sesuai kajian adalah upaya protektif agar tidak terjadi penangkapan liar tanpa batas.

“Terhadap syarat nelayan kecil yang terdaftar dalam kelompok nelayan di lokasi penangkapan, itu merupakan mekanisme verifikasi untuk memastikan bahwa mereka betul-betul nelayan kecil, bukan nelayan kecil abal-abal,” ujarnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here