Muhammadiyah Nilai PEN Tak Berdampak Langsung ke UMKM dan Rakyat Kecil

Ilustrasi.

Indonesiainside.id, Jakarta – Indonesia turut merasakan dampak pandemi Covid -19, di mana pertumbuhan ekonomi pada kuartal II mengalami kontraksi 5,32 persen. Hal ini dinilai dapat menyeret ekonomi Indonesia dalam resesi, sebagaimana telah dialami Singapura, Amerika dan Eropa yang akan memukul ekonomi rakyat terutama di lapis bawah.

Pemerintah sebenarnya sudah mengantisipasi hal ini dengan membentuk tim Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang telah membuat kebijakan dan langkah-langkah untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah yang ada.

“Namun tampaknya perlu dikritisi karena ternyata kebijakan yang diambil ada yang tidak mendukung bagi tercapainya tujuan pemulihan ekonomi,” kata Ketua PP Muhammadiyah bidang ekonomi, KH Anwar Abbas dalam keterangan yang dikutip, Jumat (7/8).

Mengutip tesis Suhaji Lestiadi, seorang pengamat ekonomi dan mantan banker, Buya Anwar mengatakan, minimal ada dua hal yang sangat perlu diperhatikan oleh pemerintah. Pertama, menyangkut subsidi bunga, di mana menurut yang bersangkutan, subsidi bunga yang diberikan oleh pemerintah kepada UMKM  hanya menguntungkan dunia perbankan dan tidak berdampak langsung terhadap pemulihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi tujuan dari pemerintah.

“Sebab di masa Covid-19 ini masalah mendasar yang dihadapi UMKM bukanlah masalah bunga atau margin, tapi ketidaktersediaan modal yang bisa mereka pergunakan untuk memulai kembali bisnisnya,” katanya.

Umumnya mereka saat ini sudah tidak lagi memiliki modal untuk berusaha terutama dari usaha mikro. “Usaha mikro ini seperti kita ketahui, boleh dikatakan tidak ada sangkut pautnya dengan dunia perbankan karena umumnya mereka tidaklah merupakan nasabah bank,” katanya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here