Sebagian Besar Ekonomi Asia Tenggara Butuh Waktu Lama untuk Keluar dari Resesi, Khususnya Indonesia

Sejumlah orang melintasi zebra cross di Jakarta, Jum'at (5/6/2020).Xinhua/Veri Sanovri

Indonesiainside.id, Jakarta – Beberapa kekuatan ekonomi di Asia Tenggara diprediksi lebih berhasil dalam mengatasi wabah virus corona. Tetapi, menurut seorang ekonom dari bank Jepang Nomura, ketidakpastian global akan membatasi tingkat pemulihan ekonomi di kawasan tersebut.

“Secara umum untuk kawasan ini adalah pemulihan bentuk ‘U’ terbaik, menurut saya, karena masih penuh ketidakpastian dan saya pikir risikonya masih condong ke sisi bawah,” kata Euben Paracuelles, Kepala Ekonom Asean Nomura, mengatakan kepada CNBC.

Pemulihan bentuk ‘U’ biasanya berarti sektor ekonomi menghabiskan waktu lebih lama di dasar resesi sebelum akhirnya secara bertahap pulih.

Indonesia dan Filipina misalnya, dua negara terpadat di Asia Tenggara, yang hingga kini masih berjuang untuk mengendalikan penyebaran penyakit virus Corona atau Covid-19 secara lokal.
Kedua kekuatan ekonomi itu sangat menderita.

Indonesia pada Rabu (5/8), melaporkan kontraksi ekonomi pertamanya dalam lebih dari dua dekade setelah PDB kuartal kedua menyusut 5,3% dari tahun lalu, sementara Filipina pada Kamis (6/8), mencatat kontraksi 16,5% tahun-ke-tahun, sebuah rekor terdalam bagi negara itu.

Filipina minggu ini juga memperketat penguncian di ibu kota Manila dan provinsi-provinsi terdekat, yang menurut Paracuelles sebagai sebuah langkah yang selanjutnya akan sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi.

Ekonom tersebut mengatakan kedua pemerintah baik Indonesia maupun Filipina, menghadapi urgensi yang lebih besar dalam mendukung ekonomi masing-masing.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here