Bantuan Rp600.000 untuk Pekerja Bikin Pengeluaran Pemerintah Bengkak hingga Rp37,7 Triliun

Karyawan mengenakan masker dan pelindung wajah saat melintas di dekat spanduk berisi pesan protokol kesehatan normal baru di obyek wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (20/6/2020). Antara Foto/Aditya Pradana Putra

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah menambah anggaran bantuan uang tunai Rp600.000 per bulan bagi pekerja atau buruh terdampak krisis ekonomi akibat Covid-19. Kini anggarannya menjadi Rp37,7 triliun dari semula Rp33,1 triliun.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, penambahan anggaran dilakukan seiring dengan perluasan jumlah penerima. Semula, jumlah calon penerima 13.870.496 orang yang kemudian ditingkatkan menjadi 15.725.232 orang.

“Dengan demikian maka anggaran bantuan pemerintah subsidi upah ini mengalami peningkatan menjadi Rp 37,7 triliun dari semula Rp 33,1 triliun,” ujar Ida, Senin (10/8).

Adapun dalam mengawasi pelaksanaan bantuan supaya tepat sasaran, pemerintah mendapatkan pendampingan dari Kepolisian, Kejaksaan Agung, KPK, BPK dan BPKP.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik program bantuan subsidi upah yang dilakukan pemerintah. Agus menganggap, program tersebut menjadi nilai tambah bagi pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJamsostek.

“BP Jamsostek mneyatakan kesiapannya dalam mendukung program penerima subsidi upah ini, dan saat ini BP Jamsostek siap menjalankan  tugas amanah ini dan kami akan menyiapkan data sebagaimana dipersyaratkan,” kata Agus.

Nantinya, sambung Agus, dari data yang ada, pihaknya akan menyisir peserta aktif atau pekerja formal yang upahnya di bawah Rp5 Juta per bulan berdasarkan data upah pekerja yang dilaporkan oleh pemberi kerja dan tercatat di BPJS Ketenagakerjaan. (ASF)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here