Meski Kasus Covid-19 Lebih Sedikit dari Jakarta, Bali Alami Kontraksi Ekonomi Paling Mengerikan

Sri Mulyani
Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Foto: Annisa Fadhilah/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta–Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, provinsi dengan kasus Covid-19 yang tinggi cenderung mengalami kemerosotan ekonomi paling dalam. Tapi, ada juga provinsi yang kasus positifnya di bawah 5.000 tapi mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif paling tinggi.

Bali misalnya, terdapat 3.682 kasus positif Covid-19 menurut data per 7 Agustus 2020. Pertumbuhan ekonominya pada kuartal kedua 2020 mengalami kontraksi -11 persen.

“Bali bukan dari masyarakatnya, tapi karena tourism yang mengalami penurunan sangat tajam,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin (10/8).

Sementara, ibu kota Jakarta yang menjadi episentrum pandemi secara nasional mencatatkan pertumbuhan sebesar -8,4 persen. Kasus positif Covid-19 di Jakarta sebesar 24.601 kasus per 7 Agustus 2020.

Meski begitu, bila dibanding pengaruhnya terhadap perekonomian nasional, keterpurukan ekonomi di Jakarta lah yang pengaruhnya paling besar. Kontribusi PDB Bali terhadap nasional sebesar 1,6 persen, sedangkan Jakarta 18 persen.

“Karena kontribusi Jakarta sekitar 18 persen (terhadap PDB nasional) maka dia pengarunhnya terhadap perekonomian nasional menjadi sangat signifikan,” tutur Sri Mulyani.

Sementara, Jawa Timur yang merupakan episentrum pandemi kedua dengan 24.493 kasus mencatatkan pertumbuhan PDB kuartal kedua 2020 sebesar -5,9 persen. Kontribusinya terhadap PDB nasional ialah 14,9 persen.

PDB Jawa Barat dan Jawa Tengah -6 persen dengan catatan kasus positif Covid-19 sebanyak 7.147 dan 10.383 kasus. Kontribusi PDB Jawa Barat lebih tinggi dibanding Jawa Tengah, yakni 13,4 persen berbanding 8,6 persen.

“Jadi di daerah yang mengalami epidmeik secara sangat besar maka pengaruh terhadap melemahnya ekonomi juga sangat besar. Banten yang merupakan next to Jakarta juga mengalami kontraksi -7,4 persen,” imbuh Sri. (SD)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here